Solo, NU Online
Bulan Sya’ban dikenal pula sebagai bulan ruwah (arwah). Disebut ruwah karena di bulan ini, masyarakat, terutama di kalangan orang Jawa, banyak yang berziarah ke makam orang tua dan leluhur mereka yang sudah meninggal, yang dikenal dengan istilah nyadran atau megengan.<>
Pada kesempatan itu pula warga memanjatkan doa ampunan untuk dirinya dan para kerabat yang sudah meninggal.
Momentum ini tak disia-disiakan oleh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor di Solo. Rencananya, Selasa (18/6) pekan depan, mereka akan menyelenggarakan acara “Haul Massal Warga Nahdliyin”.
“Tidak hanya warga Nahdliyin saja, semua orang boleh ikut, boleh nitip doa,” kata M Anwar, Ketua GP Ansor Solo, Jumat (14/6).
Anwar menambahkan acara ini sudah disampaikan kepada warga, khususnya kaum Nahdliyyin. Bagi mereka yang akan menitipkan kiriman doa bisa ditulis di selembar kertas atau dikirim via sms nama-nama orang yang akan didoakan tersebut.
“Yang akan mengirim doa bisa dikirim ke SMS Centre, 081227193362”, imbuhnya.
Kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri ribuan kaum muslimin itu, menghadirkan pembicara Habib Hasan bin Zen Al Idrus. Acara ini merupakan kerjasama dari NU Solo, Ansor, Banser Solo dan banom lainnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontroibtor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua