Ribuan Santri "Tabarukan" Kitab Kuning Selama Ramadhan
NU Online · Jumat, 29 September 2006 | 10:03 WIB
Kediri, NU Online
Ribuan santri dari berbagai daerah memilih tetap bertahan di sejumlah pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur untuk mendapatkan berkah (tabarukan) di bulan suci Ramadan ini, dengan mengikuti program pengajian kitab kuning.
Pengurus Ponpes Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Ali Muhsin, Jumat (29/9) menyebutkan, sekitar 2.000 santri dari berbagai daerah mengikuti pengajian kitab kuning selama bulan Ramadan.
Pada Ramadan tahun ini, Ponpes Al-Falah menjadwalkan satu kitab besar, yakni Tafsir Hadits Imam Muslim untuk ditamatkan dalam program pengajian kilat hingga hari ke-23 puasa Ramadan.
Selain itu, masih ada sekitar 54 kitab lain yang dijadwalkan tamat dalam pertengahan bulan Ramadan, karena tingkat ketebalannya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan Tafsir Hadits Imam Muslim.
Sementara itu di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, terdapat sedikitnya 2.500 santri mengikuti tabarukan kitab kuning selama bulan Ramadan ini.
Pengurus Ponpes Lirboyo, M Maftuh menyebutkan, dari jumlah tersebut 500 orang diantaranya adalah santri dari ponpes lain dan masyarakat umum.
"Ramadan tahun ini kami mengadakan pengajian kitab besar ilmu tata Bahasa Arab karya Ibnu ’Aqil yang dijadwalkan tamat pada hari ke-21 puasa," paparnya menjelaskan.
Selain itu, tambah Maftuh, masih terdapat sekitar 50 kitab lain yang diajarkan dalam program pengajian kilat bulan Ramadan mulai pagi hingga malam hari. (ant/dar)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua