Sejumlah Pesantren di Tangerang Raya Terima Paket Sembako Sehat dari Gusdurian Peduli
NU Online · Kamis, 21 Mei 2020 | 15:30 WIB
Sejumlah pesantren di Tangerang Raya menerima bantuan paket sembako sehat dari Gusdurian Tangerang Peduli. Penyaluran bantuan ini dilakukan selama tiga hari, Selasa-Kamis, 19-21 Mei 2020.
Koordinator Gusdurian Tangerang Peduli Arfan Effendi mengatakan, sebelum itu pihaknya menyalurkan bantuan yang sama ke beberapa daerah di Tangerang Raya, yakni Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang sendiri.
“Posko Gusdurian Tangerang Peduli ini bergerak mulai akhir Februari. Sampai sekarang masih berlanjut untuk penyaluran bantuan ke daerah-daerah Tangerang,” ujarnya.
Menurut dia, posko Gusdurian mendapat sumbangan bantuan dari OVO, Grab, Tokopedia, dan Benih Baik. Paket sembako sehat berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, masker, dan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) untuk keperluan masyarakat yang membutuhkan.
“Sejumlah pesantren di Kota Tangerang yang didata untuk menerima bantuan yaitu Pesantren As-Sadelih, Pesantren Darrul Quro, Pesantren Al-Amaaliyyah, Pesantren Nurul Mubin, dan Pesantren Al-Hidayah. Masing-masing mendapatkan 60 paket bantuan dari Posko Gusdurian Tangerang Peduli,” paparnya.
Arfan mengaku sangat berbahagia bisa membantu para santri dan warga yang terdampak Covid-19. Mempermudah santri dalam mencari ilmu, kata dia, menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Ia sangat bersyukur bisa menyalurkan bantuan kepada warga Tangerang di tengah pandemi yang sampai saat ini masih belum pulih.
“Semoga bisa menjadi pahala dan keberkahan untuk semua penggerak Gusdurian Tangerang di tengah kondisi saat ini yang sulit. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanatnya melalui Gusdurian Tangerang," harapnya.
Dihubungi terpisah, salah seorang pengajar di Pesantren Darul Qurro Ustadz Abdurrahman menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Bantuan ini sangat bermanfaat untuk para santri dan warga sekitar pesantren," tuturnya.
“Di tengah wabah, banyak santri yang tidak diperbolehkan pulang. Terlebih warga sekitar pesantren banyak yang dirumahkan. Bahkan, ada yang di-PHK tanpa pesangon. Mereka santri dan warga sangat berterima kasih kepada Jaringan Gusdurian dan para donatur,” tandasnya.
Kontributor: Ummy Mayadah
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua