Klaten, NU Online
Suasana masih sepi di Ahad (5/5) pagi itu. Namun tidak demikian di Pondok Pesantren Popongan Klaten, Jawa Tengah. Ribuan Jamaah sudah memadati kompleks Masjid Pondok Pesantren Popongan Tegal Gondo Klaten. Mereka hadir di Popongan guna mengikuti pengajian rutin Ahad Pagi.
<>
Pada acara pengajian tersebut turut hadir KH. Ahmad Djablawi, KH. Muhammad Salman Dahlawi, Drs. KH. Muklis Hudaf, Drs. KH. Ahmad Muzni, M.Si, KH. Wahid Adib, S.Ag. dan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Klaten.
Acara diawali dengan pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji bersama Jamuro Surakarta. Usai pembacaan maulid, KH. Ahmadi Yani, memberikan tausiahnya. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan kepada para jamaah tentang perlunya manusia agar selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.
“Siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, siapa yang kufur akan diberi siksa yang pedih,” kata KH Ahmad Yani menyitir arti salah satu ayat dalam al-Qur’an.
Kiai asal Boyolali ini juga meminta para hadirin untuk merefleksikan tentang bencana alam bebarapa dekadensi moral dan spiritual yang tengah terjadi dalam hampir segala aspek kehidupan.
Esoknya, Pesantren Popongan kembali kedatangan tamu dari berbagai daerah. Mereka adalah para jamaah Thariqah Naqsabandi-Khalidiyah yang akan melakukan sulukan rutin, yang rencananya akan dilaksanakan mulai hari ini, Senin (6/5), hingga tanggal 9 Rajab nanti.
Redaktur : Abdullah Alawi
Kontributor : Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua