Gelar Muktamar Pertama, Pertubuhan NU Malaysia Miliki Ketua Baru
NU Online · Ahad, 9 Agustus 2020 | 05:15 WIB
Muhammad Faizin
Kontributor
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama Malaysia (NA'AM) merupakan jam’iyah NU yang para pengurusnya adalah warga negara Malaysia asli. Setelah didirikan pada tahun 2019, NA'AM menggelar Muktamar ke-1 pada 2020 untuk menyusun kepengurusan periode 2020-2022 yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (8/8).
Muktamar pertama ini dibuka oleh Mustasyar NA’AM Pusat al-Allamah Tuan Guru Hj Wan Muhammad Izzuddin bin Syaikh Wan Ibrahim. Melalui Muktamar ini, terpilihlah Dr Khafidz Soroni (Sya’roni) sebagai ketua tanfidziyah baru menggantikan Ustadz Faiz Hafizuddin Bin Rosli.
"Jutaan kesyukuran kami panjatkan kehadrat ilahi sekali lagi Jam’iyyah NA’AM telah mendapat Ketua Tanfiziyah Pusat yang baru. Lebih alim, wara’ & berakhlak iaitu al-Fadhil Ustaz Dr Khafidz Soroni (Sya’roni)," ungkap Ustadz Faiz Hafizuddin melalui akun Facebook-nya sesaat setelah kegiatan tersebut rampung.
Ustadz Faiz menegaskan, NA’AM menjunjung tinggi sistem permusyawaratan dan terbukti lebih menjunjung demokrasi. NA'AM, lanjutnya, merupakan milik para ulama dan masyayikh Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) di Malaysia.
"Nahdlatul Ulama Malaysia NA’AM yang dihidupkan kembali sekarang ialah pusaka yang itu untuk diwarisi hak milik Ulama Pondok, Tuan-Tuan Guru Pondok, Pelajar Pondok, Warga Pondok & seluruh yang mencintai Ulama Ahli Sunnah Wal Jama’ah & institusi Pengajian Pondok," tulisnya menggunakan bahasa Melayu.

Ia pun merasa lega karena muktamar sudah dapat berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan ketua baru. Ia pun mengajak para ulama dan umat Islam di Malaysia untuk bergabung dan bersatu dalam jam’iyyah yang penuh barakah ini .
"Demi Ahli Sunnah Wal Jama’ah, Demi ‘izzahnya Ulama Pondok & Institusi Pengajian Pondok," tegasnya lagi.
Ia pun berharap NA’AM akan lebih maju dan besar lagi di masa yang akan datang dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr Khafidz Soroni (Sya’roni).
"Saya mengucapkan terima kasih sebesarnya buat para sahabat saya yang istiqamah berjuang untuk NA’AM & Saya juga memohon kemaafan atas salah silap saya dalam masa berkhidmat itu ada tindak tanduk saya yang tidak dipersetujui oleh sahabat sahabat semua," tambahnya.
Ia mendoakan para pengurus sentiasa istiqamah bersama NA’AM agar segala tujuan organisasi bisa tercapai. Ia berharap semua pengurus menjaga NA’AM selama-lamanya sebagai wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua