Orientasi Mahasiswa Baru di PCINU Sudan
NU Online · Sabtu, 10 November 2012 | 10:05 WIB
Khartoum, Â NU Online
Belajar di luar negeri merupakan anugrah, maka seyogyanya kita jangan sampai menyia-yiakan waktu untuk bersungguh-sungguh mencari ilmu. Modal pertama yang perlu kita tanamkan adalah niat. Tujuan kedatangan kita ke Sudan adalah semata-mata untuk mencari ilmu.Â
<>
Tak kalah pentingnya, meski di negeri orang, di sini kita akan belajar bermasyarakat dan berorganisasi melalui organisasi PCINU Sudan.Â
Demikian dikatakan Ketua Tanfidiyah PCINU Sudan Miftah, dalam acara orientasi ke-NU -an yang diadakan guna menyambut mahasiswa baru PCINU Sudan, Jum’at, 09/10 di Sekretariat PCINU Sudan.
Dalam kesempatan tersebut Mustasyar PCINU Sudan Muhammad Afifullah sebagai narasumber menyampaikan tentang tema Kesudanan dari segi Politik, Budaya, Ekonomi dan pendidikan, mengatakan, Sudan adalah negara yang terletak di timur laut benua afrika, sebelum referendum Sudan memiliki dua bagian, Selatan dan Utara, luasnya mencapai 2.000.000 m2. "Secara geografis Sudan sangat dekat dengan Tanah Suci Makkah Al-Mukarromah, sehingga memudahkan kepada teman-teman mahasiswa Sudan untuk menunaikan ibadah haji" katanya.
Sudan, kata dia, kaya akan sumber daya. Keadaan ekonominya terus diperbaiki pada tahun-tahun belakangan ini. "Di sektor peternakan yang baru saja diadakan Memorandum of Understanding  antara Sudan dan pengusaha Malasyia dalam rangka pengelolaan sektor peternakan yang meliputi rencana ekspor daging halal ke Malaysia dan Indonesia. PBNU dalam hal ini ikut peran dalam meningkatkan ekonomi antara ketiga Negara," jelas Afif.Â
Pembicara lain, yakni Katib Syuriyah Zulham Qudsi mengingatkan, menjadi warga NU atau Nahdliyin harus belajar keNU-an. "Di Sudan ada PCINU, di NU ada nilai-nilai ibadah, NU punya sejarah dan organisasi, NU memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini. Semua itu harus dipelajari," tegasnya.
Pada kesempatan itu pula disampaikan beberapa kiat mencari ilmu di Sudan. "Pertama harus mencintai spesifikasi bidang yang kita sukai, kalau sudah hobi dengan bidang ilmu, ilmu akan mudah masuk, namun kuncinya adalah harus banyak membaca," papar Auza’i Mahdudz Asirun, ‘Awan PCINU Sudan.
Kedua, kata Mahdudz Asirun, adalah duduk bersama para alim ulama, atau biasa disebut dengan tallaqi bersama Masyaikh.Â
"Ilmu yang kita dapat di kuliah, harus ditambah dengan mengaji-mengaji bersama ulama Sudan, demi menambahkan wawasan dan pengetahuan, karena pada dasarnya ilmu yang didapat di kuliah itu belum cukup, Warga Nahdliyyin Sudan biasa talaqqi bersama Syekh Muhammad Muhyiddin Al-Quraysi, Syekh Rukaini, Syekh Al-Fatih Hasanain, Syekh Al-Alim Musa’ad (Beliau Adalah Murid Syekh Yasin Al-Fadani) dan lain-lain" jelasnya
Ia mengakhiri dengan perkataan Imam Abdul Fattah Abu Ghuddah yang berbunyi Ilmu itu tidak akan memberikan seluruhnya, walaupun engkau telah memberikan waktu seluruhnya.
Kontributor: Zainul AlimÂ
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua