Internasional

Tren Kecerdasan Buatan Meningkat, ISNU Taiwan Gelar Pelatihan Pemrograman AI Genetik

NU Online  ·  Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:00 WIB

Tren Kecerdasan Buatan Meningkat, ISNU Taiwan Gelar Pelatihan Pemrograman AI Genetik

Pelatihan intensif bertajuk Hands-On Coding AI Genetic diadakan ISNU Taiwan, Selasa (30/12/2025). (Foto: PCINU Taiwan)

Taipe, NU Online

Merespons pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian mendominasi berbagai sektor kehidupan, Pengurus Cabang Khusus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PCK ISNU) Taiwan menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk Hands-On Coding AI Genetic. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi digital sarjana Nahdliyin yang tengah menempuh studi dan berkiprah di Taiwan.

 

Pelatihan tersebut digelar di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Selasa (30/12/2025). Forum juga dirancang sebagai ruang pembelajaran aplikatif yang tidak hanya membahas konsep, tetapi juga praktik langsung pemanfaatan teknologi AI, khususnya dalam pengembangan dan pengelolaan workflow Large Language Models (LLM).

 

Hadir sebagai narasumber utama, Cries Avian, dosen Teknik Elektro sekaligus anggota tim inti AI Center Universitas Brawijaya (UB).

 

Dalam paparannya, Cries menyampaikan materi strategis mengenai The Rise of Agentic AI yang menjelaskan pergeseran paradigma kecerdasan buatan menuju sistem yang lebih otonom. Selain itu, ia juga memandu sesi praktikum teknis terkait alur kerja LLM yang dapat diterapkan dalam riset lintas disiplin.


Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa program Magister (S2) dan Doktoral (S3) yang tergabung dalam ISNU Taiwan. Para peserta datang dari latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari pendidikan, sains material, industri, teknik elektro, teknik mesin, hingga seni digital.

 

Meski berbeda bidang, seluruh peserta memiliki visi yang sama, yakni mengintegrasikan AI ke dalam pengembangan riset dan karya akademik mereka.

 

Ketua ISNU Taiwan, Wahyu Nur Hidayat, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi sarjana NU.


“ISNU harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang sangat cepat. Menguasai AI bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Ini adalah upaya kita agar sarjana NU memiliki daya saing global,” ujarnya.

 

Kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi langkah strategis ISNU Taiwan ke depan. ISNU berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pelatihan digital berkelanjutan.

 

"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan diaspora Indonesia di Taiwan, khususnya terkait pengembangan Genetic AI dalam mendukung terwujudnya era Society 5.0," kata dia.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang