PWNU Jakarta Ngaji Qanun Asasi, Perkuat Pemahaman Ideologis Pengurus
NU Online · Ahad, 15 Februari 2026 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar kegiatan Ngaji Qanun Asasi guna memperkuat pemahaman ideologis para pengurus di lingkungan NU Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 2 Gedung PWNU DKI Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran syuriyah PWNU DKI Jakarta serta perwakilan syuriyah dari seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang penguatan pemahaman terhadap fondasi dasar organisasi NU.
Ngaji Qanun Asasi dibagi ke dalam beberapa segmen pembahasan. Sesi pertama mengulas pengantar Qanun Asasi NU yang disampaikan KH Endin AJ Soefihara. Sesi kedua membahas bagian pembuka Qanun Asasi yang dipaparkan Kiai Ahmad Zahari.
Selanjutnya, Kiai Zuhri Yaqub membahas tentang manfaat perkumpulan dalam perspektif Qanun Asasi. Pada sesi berikutnya, KH Jamaluddin F Hasyim mengulas pentingnya menghindari perpecahan dan perselisihan dalam organisasi. Adapun pembahasan mengenai panggilan kepada para ulama disampaikan oleh Kiai Taufik Damas.
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang termaktub dalam Qanun Asasi bukanlah pilihan acak. Ia menyebut, terdapat latar belakang sosial dan historis yang melandasi dimasukkannya teks-teks tersebut oleh Hadratussyekh Hasyim Asy'ari.
"Pilihan ayat dan hadits itu pasti ada latar belakangnya, terutama kondisi sosial saat itu. Qanun Asasi diletakkan di atas AD/ART NU. Nomor satunya adalah Qanun Asasi," ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap Qanun Asasi menjadi penting agar para pengurus NU tidak hanya memahami aspek administratif organisasi, tetapi juga menyadari landasan ideologis dan historis yang menjadi pijakan berdirinya NU.
Baca selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua