Ramai Isu Super Flu, Dokter Paru Imbau Masyarakat Tidak Perlu Panik
NU Online · Jumat, 9 Januari 2026 | 15:00 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Jakarta, NU Online
Cuaca ekstrem yang disertai penurunan daya tahan tubuh berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan. Salah satu yang belakangan ramai diperbincangkan di masyarakat adalah fenomena yang disebut super flu.
Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair), Wiwin Effendi, menegaskan bahwa super flu sejatinya bukan istilah medis, melainkan sebutan populer di masyarakat untuk menyebut varian baru virus influenza.
“Super flu ini bukan istilah medis, melainkan istilah yang berkembang di masyarakat. Secara ilmiah, yang dimaksud adalah varian baru influenza tipe A,” ujar Wiwin kepada NU Online, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, kemunculan varian tersebut bukanlah hal baru dan tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.
“Sejak Agustus 2025, tenaga medis sudah mendeteksi virus influenza A subtipe H3N2 yang memiliki laju penyebaran lebih cepat. Karena itu, masyarakat kemudian menyebutnya super flu,” jelasnya.
Wiwin yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) memaparkan bahwa virus influenza secara umum terbagi menjadi empat jenis, yakni influenza A, B, C, dan D.
“Influenza tipe D sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah ditemukan pada manusia. Sementara tipe B dan C ada, tetapi populasinya relatif sedikit. Kasus terbanyak justru berasal dari influenza tipe A,” ungkapnya.
Ia menambahkan, virus influenza A subtipe H3N2 dapat berasal dari hewan maupun burung dan memiliki kemampuan mutasi yang cukup cepat.
“Virus ini mudah bermutasi dan bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta menerapkan gaya hidup sehat,” katanya.
Terkait penanganan flu, Wiwin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengonsumsi antibiotik. “Itu pemahaman yang keliru. Flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Jika sistem imun tubuh baik, infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Adapun gejala yang sering muncul antara lain demam, pilek atau lendir berlebih, serta nyeri tenggorokan. “Jika gejala tidak kunjung membaik atau semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa saja disertai infeksi lain,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu super flu. “Vaksin influenza bisa dilakukan bila diperlukan. Namun yang terpenting adalah menjaga pola makan, istirahat teratur, dan rutin berolahraga,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Kabupaten Rembang, Maria Rehulina, menyampaikan bahwa influenza A atau yang dikenal masyarakat sebagai superflu dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari balita, ibu hamil, penderita penyakit kronis, hingga lansia.
“Gejalanya mirip flu biasa, tetapi bisa lebih berat pada kelompok rentan. Di antaranya demam tinggi mendadak, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, lemas, hingga sesak napas pada kondisi berat,” jelasnya.
Menurut Rehulina, penularan influenza dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dari orang yang sedang sakit, gunakan masker terutama di kerumunan, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi seimbang,” tegasnya.
Sementara terkait kabar kematian di Bandung yang dikaitkan dengan super flu, Rehulina menegaskan bahwa hingga kini belum ada konfirmasi medis yang menyatakan penyebab kematian tersebut akibat virus influenza. “Pasien diketahui memiliki penyakit penyerta, yakni gagal ginjal dan penyakit jantung,” jelasnya.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
3
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
4
Nyai Ainiyah Yusuf, Cahaya di Pesantren Mambaus Sholihin Gresik
5
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
6
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
Terkini
Lihat Semua