Warga Bermain Air Banjir: LK PBNU Ingatkan Ancaman Flu, Penyakit Kulit, hingga Leptospirosis
NU Online · Senin, 26 Januari 2026 | 18:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Fenomena warga yang bermain air banjir di sejumlah daerah, berpotensi memperburuk terhadap risiko kesehatan. Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr Muhammad Zulfikar As’ad (Gus Ufik) menyampaikan bahwa air banjir bukan sekadar genangan biasa, melainkan sumber berbagai penyakit berbahaya.
Menurutnya, penyakit yang kerap muncul akibat air banjir antara lain flu, demam, pilek, dan batuk yang disebabkan oleh virus influenza, serta penyakit kulit akibat infeksi bakteri, jamur, dan reaksi alergi dari air kotor.
Selain itu, Gus Ufik mengingatkan bahaya leptospirosis, penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala serius hingga mengancam nyawa apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“Musim hujan dan banjir ini memang dapat meningkatkan risiko penyakit, karena air yang di jalan itu ketika banjir isinya macam-macam dan tidak mungkin jernih, kelihatan juga coklat gitu. Bahkan kita melihat di situ banyak yang mandi, jebar-jebur,” ujarnya kepada NU Online, Senin (26/1/2026).
Gus Ufik menekankan pentingnya tindakan cepat setelah terpapar air banjir, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di genangan. Paparan yang dibiarkan terlalu lama, kata dia, membuka peluang masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui kulit, telinga, maupun luka terbuka.
“Setelah melewati banjir atau anak-anak main banjir itu langsung di bilas, jangan dibiarkan terlalu lama karena di situ kan airnya kan mengandung banyak bakteri, kalau lupa atau mungkin tidak sempat itu bisa menimbulkan penyakit. Air banjir itu kan membawa sampah yang berbagai macam,” jelasnya.
Gus Ufik menilai kebiasaan bermain air banjir menunjukkan masih lemahnya literasi kesehatan. Ia mengimbau agar warga lebih memprioritaskan perlindungan diri dibanding menjadikan banjir sebagai sarana hiburan.
Baca Juga
Bisakah DKI Jakarta Bebas dari Banjir?
“Jika ada genangan atau banjir, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan diri. Bukan malah main banjir-banjiran, karena itu membahayakan untuk kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa daya tahan tubuh sangat menentukan risiko seseorang terserang penyakit pascabanjir. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama, termasuk menjaga kondisi fisik dan tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa pendampingan tenaga medis.
“Sebaiknya kita berupaya untuk mencegah suatu penyakit. Virus itu akan mudah menyerang kepada orang yang kondisi fisiknya kurang baik, kurang sehat. Tapi kalau sudah telanjur kena, kita harus berusaha minum obat, itu juga harus hati-hati. Jangan tanpa konsultasi dokter,” ucap Gus Ufik.
Terpopuler
1
Dua Doa Khusus untuk Malam Nisfu Sya'ban Lengkap dengan Latin dan Artinya
2
Hukum Puasa pada Hari Nisfu Syaban
3
Nisfu Sya'ban: Malam Pengampunan Segala Dosa, Kecuali 4 Hal
4
Jadwal Puasa Sunnah Selama Februari 2026
5
Sejumlah Amalan yang Bisa Dilakukan di Malam Nisfu Sya'ban
6
Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 1447 H hingga Lusa
Terkini
Lihat Semua