107 Ribu Hektare Sawah dan Infrastruktur Pertanian Rusak Akibat Bencana di Sumatra
NU Online · Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian nasional. Berdasarkan laporan sementara Kementerian Pertanian, total luas sawah yang terdampak mencapai 107,4 ribu hektare.
Kerusakan lahan pertanian tersebut tersebar dalam berbagai kategori, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Sawah dengan tingkat kerusakan ringan tercatat seluas 56,1 ribu hektare, sementara sawah rusak sedang mencapai 22,2 ribu hektare. Adapun kerusakan berat dialami sawah seluas 29,1 ribu hektare.
“Berdasarkan data per 13 Januari 2026, sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektare, terdiri atas sawah rusak ringan 56,1 ribu hektare, rusak sedang 22,2 ribu hektare, dan rusak berat 29,1 ribu hektare,” ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Selain merusak lahan pertanian, bencana juga berdampak pada berbagai infrastruktur penunjang sektor pertanian. Kementerian Pertanian mencatat sejumlah fasilitas vital mengalami kerusakan, mulai dari rumah potong hewan, balai penyuluhan pertanian, hingga jaringan irigasi dan jalan produksi.
“Tentu data dampak kerusakan di sektor pertanian ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap hari melalui koordinasi intensif antara eselon I Kementan dan dinas pertanian provinsi di wilayah terdampak,” tambahnya.
Data sementara menunjukkan sebanyak 58 unit rumah potong hewan mengalami kerusakan, 2.300 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) hilang, serta 74 Balai Penyuluhan Pertanian terdampak. Selain itu, tercatat tiga unit bendungan rusak, jaringan irigasi sepanjang 152 kilometer mengalami kerusakan, dan 820 unit jalan produksi tidak dapat difungsikan secara optimal.
Di sisi lain, pemerintah pusat mengambil langkah percepatan pemulihan wilayah terdampak dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi tersebut.
“Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pembentukan Satgas ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, sekaligus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih terkoordinasi dan efektif.
Terpopuler
1
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
2
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Ujian dan Penghambaan hingga Anugerah Kemuliaan
3
Gerakan Nurani Bangsa Tolak Pilkada lewat DPRD: Rakyat Harus Diberi Ruang Memilih Secara Langsung
4
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Shalat dan Kemaslahatan Sosial
5
Kasus Keracunan MBG Terus Bertambah, JPPI Sebut Ada Upaya Pembungkaman di Sekolah
6
Apakah Nikah Siri dan Poligami Bisa Dipidana dalam KUHP Baru?
Terkini
Lihat Semua