393 Jamaah Haji Gelombang 2 dari Banten Diterbangkan ke Jeddah
NU Online · Kamis, 8 Juni 2023 | 05:00 WIB
Ahmad Naufa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sebanyak 393 jamaah haji Indonesia gelombang 2 dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) diberangkatkan pada Rabu (7/6/2023) petang. Mereka terdiri dari 388 jamaah dari Banten beserta 5 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Ketua PPIH Embarkasi JKG, Cecep Khairul Anwar menjelaskan para jamaah diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah, Arab Saudi.
"Alhamdulillah, hari ini kami mulai untuk pemberangkatan kloter. Barusan itu kloter 42 dari Banten. Jumlah jamaahnya 388. Mereka itulah yang pertama untuk gelombang 2, karena yang kloter 42 ini landing langsung ke Jeddah," tutur Cecep kepada NU Online.
Ia menjelaskan, jamaah datang ke Jeddah kemudian masuk ke Makkah. Di Makkah, mereka akan melaksanakan ibadah-ibadah seperti umrah wajib. Setelah itu, mereka masih terus tinggal di Makkah melakukan ibadah-ibadah lalu melaksanakan haji. Setelah pelaksanaan haji, gelombang 2 ini baru beralih ke Madinah untuk melakukan ziarah.
"Kita paham bahwa di Madinah sejatinya tidak ada kaitan dengan manasik haji, di sana hanya untuk ziarah ke (makam) Baginda Nabi Muhammad saw dan melakukan arbain, ataupun sunnah-sunnah yang lain. Setelah itu baru kembali lagi," terangnya.
Tiga lapis skrining kesehatan
Menurut pria yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) DKI Jakarta itu, Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) memberangkatkan jamaah haji yang berasal Banten, DKI Jakarta, dan Lampung.
"Totalnya 64 kloter. Sekarang sudah 42, yang berarti tinggal 22 kloter lagi," terang Cecep.
Jamaah yang masuk ke Asrama Haji, lanjut dia, sudah melalui tiga fase pemeriksaan. Pertama di derahnya masing-masing, kemudian ketika jamaah masuk ke embarkasi, dan diperiksa ulang oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). KKP inilah yang mengecek layak dan tidaknya jamaah berangkat.
"Alhamdulillah, begitu tadi diperiksa kesehatan jamaah, semuanya bisa berangkat. Walaupun, memang, yang namanya lansia, resti (risiko tinggi), tadi juga mungkin Mas (NU Online) bisa lihat, kursi roda aja lebih dari lima. Tapi kami bermunajat kepada Allah, karena mereka itu memang sudah puluhan tahun mengantre untuk bisa berangkat,” kata Cecep.
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Kendi Setiawana
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua