Al-Qur'an Tegaskan Kemanusiaan dan Persaudaraan
NU Online · Rabu, 16 April 2025 | 19:30 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Silaturahmi dan Halal Bihalal di Kantor Institute for Humanitarian Islam, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/4/2025). (Foto: Junaedin Ghufron)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Al-Qur'an mencatatkan garis yang tegas bahwa umat Islam harus menjunjung tinggi kemanusiaan dan persaudaraan. Hal itu termaktub dalam Surat Al-Isra ayat 70 dan Surat Al-Hujurat ayat 10.
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dalam ayat tersebut, Allah tidak mengkhususkan pemuliaannya terhadap umat Islam saja, tetapi kepada manusia secara umum.
"Allah memuliakan anak cucu Adam. Apa pun agamanya wajib untuk dimuliakan," katanya dalam Silaturahmi dan Halal Bihalal Institute for Humanitarian Islam (IFHI) di Kantor IFHI, Menteng, Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Dalam Surat Al-Isra ayat 70 itu, Allah menggunakan kata karrama yang berarti memuliakan. Nasaruddin menyebut bahwa pilihan diksi itu menunjukkan makna yang sakral, bukan profan.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menjelaskan, memuliakan manusia itu tidak saja dalam masa hidup, tetapi juga saat dalam keadaan sudah meninggal.
"Humanitarian dalam Islam juga hak-hak orang meninggal juga dimuliakan," katanya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyebut Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 10 menegaskan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Keimanan di situ bermakna luas.
Dunia global yang tengah menghalalkan segala cara untuk merusak kemanusiaan itu menjadi tantangan bersama. Karenanya, ia menegaskan dukungan Kementerian Agama untuk menyokong inisiasi dan gagasan IFHI dalam mengentaskan problem kemanusiaan.
Senada, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Imam Addaruqutni dalam tausiyahnya juga menyampaikan bahwa keimananan menjadi garis penghubung persaudaraan.
"Iman kepada apa pun bersaudara untuk membangun peradaban," ujarnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Direktur Eksekutif IFHI H Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzili, Ketua Baznas Noor Ahmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Anggota DPD RI Alfiansyah Bustamin atau yang dikenal Komeng, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta KH Muhyiddin Ishaq.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua