Bangun Gerakan Agama, Ketua Umum PBNU Bertekad Kembangkan Persekutuan Global
NU Online · Selasa, 14 Februari 2023 | 14:00 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat pembukaan Muktamar Internasional Fiqih Peradaban 1 di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (6/2/2023). (Foto: LTN PBNU/ Saiful Amar)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Yogyakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa pihaknya bertekad akan terus mengembangkan kerja sama global dalam membangun gerakan agama.
Hal itu ia sampaikan pada Konferensi Pers usai Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan untuknya di Gedung Auditorium Prof H M Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Senin (13/2/2023).
"Secara eksternal berdasarkan R20 kemarin yang sekarang jalan terus dengan berbagai macam komunitas agama di seluruh dunia, kita akan terus kembangkan persekutuan global untuk membangun gerakan agama-agama," ujarnya.
Baca Juga
R20 dan Isu Sensitif Agama-Agama
Gerakan agama ini, kata dia, dalam rangka membebaskan agama-agama dari jebakan keadaan yang menjadikannya bagian dari masalah. Lebih dari itu, gerakan agama yang terus dijalankan juga dalam rangka menjadikan agama sebagai bagian dari solusi atas problem kekinian.
"Kemudian menghadirkan agama-agama itu secara nyata sebagai bagian dari solusi masalah," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Gus Yahya juga menggerakkan kerja sama komunitas-komunitas agama secara global tersebut ke arah perdamaian.
"Dan mendorong dikembangkannya perdamaian dan Harmoni untuk masa depan peradaban yang lebih mulia," lanjutnya.
Ke depan, jelas Gus Yahya, sejumlah agenda konkret sudah terjadwal di sejumlah negara dalam mewujudkan cita-cita bersama itu.
"Mudah-mudahan nanti bersama-sama Vatikan dengan Muhammadiyah dan dengan komunitas-komunitas agama yang lain ini akan berkembang lebih baik ke depannya," pungkas kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah 56 tahun yang lalu itu.
Dianugerahi gelar doktor kehormatan
Sebelumnya, dalam acara tersebut Gus Yahya dianugerahi gelar doktor kehormatan (honoris causa) atas kiprah dan pemikirannya dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan di tingkat nasional dan internasional. Gus Yahya juga dinilai layak dan pantas menyandang gelar tersebut atas kontribusi dan pemikirannya yang tertuang melalui berbagai media.
Tidak hanya bergulat dalam wacana, Gus Yahya juga berkontribusi secara aktif melalui tindakannya dalam mewujudkan perdamaian yang diharapkan. Hal itu tidak saja dilakukan saat menjadi Ketua Umum PBNU, tetapi juga diupayakan sejak jauh sebelum terpilih memimpin organisasinya para ulama ini.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua