Nasional

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

NU Online  ·  Senin, 12 Januari 2026 | 18:00 WIB

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Banjir di RT 3/5 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) (NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 12-15 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer global dan regional yang berpotensi meningkatkan cuaca ekstrem di berbagai daerah.

 

Prakirawan BMKG Medayu menyebutkan sedikitnya sembilan wilayah masuk dalam status siaga, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara.

 

“Curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah-wilayah tersebut selama sepekan ke depan,” ujarnya dalam Instagram BMKG yang diakses NU Online, Senin (12/1/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa cuaca Indonesia dalam periode ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, di antaranya fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) yang menguat pada fase negatif dan mengindikasikan La Nina lemah.

 

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Tanah Air.

 

Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator turut memperkuat potensi hujan lebat.

 

“Selain pengaruh global, daerah pertemuan angin terpantau di perairan barat Sumatra, Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Laut Flores, dan Maluku. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pertemuan angin dan sepanjang daerah sirkulasi siklonik,” katanya.

 

BMKG juga memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W yang mulai terbentuk pada 12 Januari 2026 pukul 01.00 WIB di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

 

Medayu mengatakan bahwa saat ini pusat sirkulasinya berada di sekitar 3,8 derajat LU–138,2 derajat BT di Samudra Pasifik utara Papua, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 1009 hPa.

 

“Bibit Siklon Tropis 91W memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan tetap perlu diwaspadai,” ucapnya.

 

Adanya Bibit Siklon Tropis tersebut, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

 

Oleh karena itu, masyarakat diimbau dapat meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca dari sumber resmi guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.

 

Sementara itu, hasil pemantauan NU Online bahwa hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sejak pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

 

Hujan dengan intensitas lebat tersebut menyebabkan sejumlah akses jalan tergenang air dan memicu kemacetan panjang, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang