Nasional

BPS Catat 7,35 Juta Orang Masih Menganggur, Turun 109 Ribu dalam Tiga Bulan

NU Online  ·  Jumat, 6 Februari 2026 | 16:00 WIB

BPS Catat 7,35 Juta Orang Masih Menganggur, Turun 109 Ribu dalam Tiga Bulan

Ilustrasi pekerja. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online 

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka ini berasal dari total 155,27 juta penduduk yang masuk dalam angkatan kerja, dengan 147,91 juta orang di antaranya telah bekerja.

 

Dibandingkan kondisi pada Agustus 2025, jumlah pengangguran mengalami penurunan sekitar 109 ribu orang. Penurunan ini terjadi seiring dengan bertambahnya angkatan kerja sekaligus meningkatnya penyerapan tenaga kerja dalam periode Agustus hingga November 2025.

 

BPS mencatat, sepanjang tiga bulan tersebut, angkatan kerja bertambah sekitar 1,26 juta orang. Pada saat yang sama, kesempatan kerja tumbuh lebih besar, yakni bertambah sekitar 1,37 juta orang, sehingga jumlah penduduk yang belum bekerja mengalami penyusutan secara bersih.

 

Dari total penduduk yang bekerja, BPS mencatat sekitar 100,49 juta orang merupakan pekerja penuh waktu, yakni mereka yang bekerja minimal 35 jam dalam satu minggu. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja telah terserap dalam jam kerja yang relatif stabil.

 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa sektor-sektor tertentu masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional.

 

"Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan," ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, dikutip NU Online pada Jumat (6/2/2026).

 

Ia merinci, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, disusul perdagangan dan industri pengolahan. Selain itu, selama Agustus hingga November 2025, beberapa sektor mencatat tambahan tenaga kerja paling signifikan.

 

Pada periode tersebut, sektor akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, serta perdagangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan jumlah pekerja tertinggi, masing-masing bertambah ratusan ribu orang.

 

Di sisi lain, Amalia juga menyoroti tren peningkatan jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal pun terus mengalami peningkatan dari 40,83 persen pada Februari 2024, 42,05 persen pada Agustus 2024, 40,60 persen di Februari 2025, 42,20 persen pada Agustus 2025, menjadi 42,30 persen di November 2025,” jelasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang