Jakarta, NU Online
Peringatan 1000 hari wafat KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) akan digelar diberbagai tempat. Salah satunya di Ciganjur, kediaman Gus Dur semasa hidup. Beragam acara akan digelar, mulai tahlilan, taushiyah, dan pentas kebudayaan.
<>
Peringatan yang akan digelar 26 dan 27 September tersebut, akan dihadiri jamaah dari beragam tempat. NU Online berhasil menemui salah seorang warga yang sudah menggalang jamaah.
āKami dari Tanjung Priuk akan berangkat enam truk sekitar dua ratus orang,ā ujar Helmi salah seorang peserta peluncuran buku Sang Zahid buah karya KH Husein Muhammad di Wahid Institute, Matraman, Jakarta, Selasa, (25/9).
āItu belum termasuk yang berangkat dengan mobil pribadi dan motor,ā ujarnya.
Helmi mengaku mengetahui peringatan seribu hari wafat Gus Dur dari Gus Nuril Soko Tunggal Rawamangun, Jakarta. Kemudian para pengusaha yang memiliki truk dan mobil pribadinya disiapkan mengangkut jamaah.
āJadi, kami tidak urunan. Itu truk-truk pribadi pengusaha kayu Sumenep, Madura, yang akan dengan gratis membawa jamaah,ā ujarnya.
Menurut Helmi, mengajak mereka sangat mudah karena sudah terhubung dalam jamaah shalawat Nariyah KH Kholil Asāad Syamsul Arifin, Situbondo, yang tiap seminggu sekali berkumpul.
āKami hadir disebabakan cinta kepada Gus Dur. Ia selalu membela keragaman, bersahaja dan sekaligus salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama. Selain itu, karena KH Kholil Asāad Syamsul Arifin pernah mengisi shalawat Nariyah di Ciganjur,ā katanya, ketika ditanya alasan kehadiran.
Selain dari Tanjung Priuk, Helmi juga mendapat informasi teman-temannya dari Taman Puring, Jakarta Selatan, Cibinong,dan Banten juga akan hadir berombongan.
āDahsyat sekali. Sangat dahsyat! Saya kagum dengan fenomena ini. Saya kemudian mencari. Itulah kemudian saya menulis buku Sang Zahid,ākomentar KH Husein Muhammad ketika diceritakan jamaah yang bersiap menghadiri peringatan 1000 hari wafat Gus Dur.
Karena itu, sambung pengasuh pesantren Darut Tauhid, Arjawinangun, Cirebon, semakin yakin betapa bahagianya orang-orang ikhlas seperti Ketua Umum PBNU 1984-1999.
āKetika dia hadir sering tidak dipahami. Ketika tidak ada, dia dicari-cari,ā tuturnya.Semula saya menduga, lanjutnya, akan membutuhkan waktu panjang warga memahami Gus Dur, āTernyata begitu cepat ia menjadi legenda,ā katanya.
Ia kemudian mengutip sebuah hadits, Allah itu apabila mencintai seseorang, mengatakan kepada malaikat Jibril. āHai Jibril, aku mencintai seseorang, maka cintailah dia!ā Kemudian Jibril juga menceritakan kepada teman-temannya. āHai malaikat, Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia!ā
āApabila yang di langit itu mencintai si fulan, maka yang di bumi pun akan mencintai si fulan. Itu yang dicintai Allah seperti itu,ā pungkasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis Ā Ā : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua