Difitnah Pojokkan Banser, Ini Klarifikasi Khatibul Umam Wiranu
NU Online · Selasa, 21 Juli 2015 | 01:30 WIB
Jakarta, NU Online
Matan Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Khatibul Umam Wiranu mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media yang mencatut namanya terkait insiden pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Ia merasa difitnah telah melontarkan pernyataan yang menyudutkan GP Ansor dan Banser.<>
"Sehubungan beberapa media online yang memberitakan tentang statemen saya. Dengan ini saya sampaikan dengan tegas, membantah hal tersebut adalah pernyataan saya,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (20/7).
Seperti diketahui, sejumlah media online seperti eramuslim, nugarislurus.com, suara-islam.com, dan media garis keras lainnya ramai-ramai memberitakan pernyataan Umam bahwa Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sibuk menjaga gereja dan lupa menjaga masjid. Hal ini lalu dikaitkan dengan peristiwa pembakaran Masjid Baitul Muttaqin di Tolikara, Papua, saat hari raya Idul Fitri 1436 H.
“Saya tidak pernah membuat dan mengirim rilis atas pernyataan saya menanggapi insiden di Tolikara yang dikaitkan dengan Ansor dan Banser,” tegasnya.
Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU) ini menjelaskan, tentang insiden Tolikara yang terjadi Jumat (17/7) tersebut ia sekadar mengimbau kepada Pimpinan GP Ansor dan Banser untuk tetap memegang prinsip dasar pendirian Ansor dan Banser yakni menjadi pengawal ulama, bangsa, dan negara.
Sebab, lanjutnya, Islam Ahlussunah wal Jamaah telah mengajarkan kepada kita bagaimana seorang Muslim bersikap terhadap sesama manusia (ukhuwah basyariyah), terhadap sesama muslim (ukhuwah islamiyah), dan terhadap sesama warga bangsa (ukhuwah wathaniyah).
“Dalam menyikapi insiden, kerusuhan, maupun konflik yang berdimensi suku, agama dan ras (SARA) Ansor dan banser tidak boleh terprovokasi oleh situasi dan harus dapat melakukan tindakan yg terukur didasari sikap tasammuh (toleran), tawazun (moderat), serta i'tidal (bertindak secara adil). Ke depan Ansor dan Banser harus menjaga tempat-tempat ibadah umat Islam, di samping tempat ibadah selain Islam pada saat-saat diperlukan,” pintanya.
“Demikian sekadar mengingatkan bagian akhir surat al-'Ashr (saling memberi nasihat dalam kebaikan dan kesabaran)," tutup Umam. (Mahbib Khoiron)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua