Digelar Januari, Imtihan Wathani 2026 Diikuti Lebih dari 10 Ribu Santri Pendidikan Diniyah Formal
NU Online Ā· Kamis, 8 Januari 2026 | 20:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) atau Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada Januari 2026. Sebanyak 10.747 santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia tercatat sebagai peserta ujian tersebut.
Imtihan Wathani merupakan ujian nasional bagi santri PDF dengan sistem pendidikan pesantren yang berbasis kajian kitab kuning. Program PDF ini telah berjalan sejak 2015 dan terus mengalami penguatan, dari sisi mutu pembelajaran maupun pengakuan secara nasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan bahwa Imtihan Wathani upaya memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang bermutu, adaptif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan jati diri pesantren.
āImtihan Wathani bukan hanya instrumen evaluasi, tetapi juga ikhtiar kebijakan untuk memastikan lulusan Pendidikan Diniyah Formal memiliki kompetensi keilmuan, karakter, dan daya juang yang kuat di tengah dinamika zaman,ā ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online, Kamis (8/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para santri, kiai, ustadz, serta pengelola pesantren yang dinilai konsisten menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus terbuka terhadap transformasi sistem pendidikan.
Sementara itu, Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said menjelaskan bahwa peserta Imtihan Wathani 2026 terdiri atas 4.576 santri jenjang ulya dan 6.171 santri jenjang wustha.
āUjian nasional ini akan dilaksanakan di 151 satuan pendidikan, yang terdiri dari 83 lembaga Pendidikan Diniyah Formal jenjang ulya dan 68 lembaga Pendidikan Diniyah Formal jenjang wustha di berbagai daerah,ā terangnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Basnang menyebutkan bahwa Imtihan Wathani jenjang ulya akan berlangsung pada 8-10 Januari 2026, sedangkan jenjang wustha dijadwalkan pada 12-14 Januari 2026.
āPelaksanaan Imtihan Wathani kembali menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang mencerminkan komitmen dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan pesantren,ā ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PDF tidak hanya memberikan pengakuan kesetaraan dengan lembaga pendidikan lainnya, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan pesantren.
āImtihan Wathani bukan sekadar evaluasi akademik, melainkan refleksi komitmen bersama untuk meningkatkan standar pendidikan Islam di Indonesia,ā katanya.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
3
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
4
Nyai Ainiyah Yusuf, Cahaya di Pesantren Mambaus Sholihin Gresik
5
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
6
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
Terkini
Lihat Semua