Diguyur Hujan, Nahdliyyin Tetap Padati Harlah Ke-100 NU di Istora GBK
NU Online · Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:30 WIB
Warga NU berdatangan ke Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) pagi untuk memeriahkan Harlah 100 Tahun NU. (Foto: NU Online/Risky)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hujan yang turun sejak dini hari tak menyurutkan langkah warga Nahdlatul Ulama untuk menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Sejak pagi, satu per satu rombongan nahdliyin dari Jakarta dan wilayah sekitarnya mulai memadati area sekitar lokasi acara. Meski diguyur hujan, antusiasme jamaah tampak tak surut.
Dengan mengenakan sarung, kopiah, hijab, serta atribut khas NU, para jamaah berjalan beriringan menuju Istora. Payung dan jas hujan menjadi penanda kesungguhan mereka menghadiri agenda besar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Bagi sebagian warga NU, kehadiran dalam peringatan Harlah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud tanggung jawab sebagai bagian dari jam’iyah. Hal itu disampaikan Yambe (92), nahdliyin asal Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, yang mengaku rutin mengikuti kegiatan NU sejak lama.
“Ya saya dari dulu ikut acara NU. Wong kita ini NU, jadi ya kudu paham perkembangan organisasi ini. Caranya ya lewat acara seperti ini. Kalau nggak paham terus ada yang bertanya gimana?” ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengaku selalu merasakan kegembiraan setiap kali menghadiri agenda NU. Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut menjadi sarana meneguhkan kembali semangat perjuangan para kiai dan ulama pendiri NU.
Lebih lanjut, Yambe menekankan bahwa keterlibatan dalam kegiatan NU tidak hanya sebatas kehadiran fisik, tetapi juga komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai jam’iyah dalam kehidupan sehari-hari.
“Intinya, kalau jadi NU harus mau menjalankan kebaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Siti (60), seorang muslimat asal Jakarta Utara, mengisahkan pengalamannya sejak pagi demi mengikuti rangkaian acara Harlah NU. Meski menghadapi sejumlah pembatasan teknis di lokasi, hal tersebut tidak mengurangi niatnya untuk berkhidmah.
“Tadi bangun pagi sudah menyiapkan bekal, tapi pas sampai sini tidak boleh dibawa masuk. Tapi sebagai santri, ya kita niatkan untuk para kiai yang sudah berjuang membesarkan NU,” tuturnya didampingi rombongan.
Berdasarkan pantauan NU Online, hingga pukul 07.38 WIB, nahdliyyin masih terus berdatangan memasuki kawasan peringatan Harlah ke-103 NU.
Terpopuler
1
Dua Doa Khusus untuk Malam Nisfu Sya'ban Lengkap dengan Latin dan Artinya
2
Hukum Puasa pada Hari Nisfu Syaban
3
Nisfu Sya'ban: Malam Pengampunan Segala Dosa, Kecuali 4 Hal
4
Jadwal Puasa Sunnah Selama Februari 2026
5
Sejumlah Amalan yang Bisa Dilakukan di Malam Nisfu Sya'ban
6
Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 1447 H hingga Lusa
Terkini
Lihat Semua