GKMNU dan Kementerian PPPA Miliki Kesamaan Program: Ciptakan Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak di Desa
NU Online · Jumat, 31 Januari 2025 | 20:30 WIB
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi saat memberikan keterangan kepada NU Online usai acara pembukaan Kongres Keluarga Maslahat NU di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat (31/1/2025). (Foto: NU Online/Suwitno)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengatakan bahwa peta jalan Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) searah dengan program kementerian yang dipimpinnya.
Arifah mengungkapkan, kementeriannya memiliki program prioritas untuk menciptakan ruang aman bagi masyarakat Indonesia terutama perempuan dan anak di perdesaan. Irisan ini menjadi titik temu antara Kementerian PPPA dengan GKMNU.
"Ruang bersama Indonesia ini adanya di grass root (akar rumput). Jadi partisipasi masyarakat menjadi komponen terpenting untuk (menciptakan) ruang bersama ini," ujarnya kepada NU Online, usai acara pembukaan Kongres Keluarga Maslahat di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat (31/1/2025).
Arifah mengutarakan bahwa kerja sama dengan GKMNU ini merupakan komitmen dan upaya Kementerian PPPA dalam mempercepat pengentasan masalah sekaligus pemberdayaan di akar rumput.
"Jadi sinergi (dan) kolaborasi ini harus terwujud agar pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa, grass root ini bisa terwujud lebih cepat," ujarnya.
Pada saat yang sama, Wakil Satuan Tugas (Satgas) GKMNU Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mengatakan, pihaknya telah melakoni dua kerja sama dengan Kementerian PPPA. Pertama terkait dengan pemajuan perempuan. Kedua, soal perlindungan anak.
"Dua-duanya ini dari sisi positifnya mendukung kemajuannya, sama dari sisi penanganan masalah itu," ungkap Alissa di samping kiri Menteri PPPA.
GKMNU melalui Kongres Keluarga Maslahat ini akan menyusun dan merancang soal strategi soal program-program yang akan dikembangkan ke depan.
"Terutama kekerasan, kekerasan keluarga, kekerasan di lembaga pendidikan itu semua kerja sama kita dengan Kementerian PPPA," katanya.
Sebagai informasi, Kongres Keluarga Maslahat NU merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama. Panitia dijadwalkan akan menggelar konsultasi keluarga dan bincang santai dalam acara Festival Keluarga Indonesia di Mal Kasablanka, pada 1-2 Februari 2025.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua