Gus Mus Kritik Oknum Pejabat soal Gugurnya 100 Dokter karena Covid-19
Rabu, 2 September 2020 | 08:05 WIB
Patoni
Penulis
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan mendalam atas banyaknya dokter dan tenaga medis yang gugur terpapar Covid-19. Namun, Gus Mus juga tidak habis pikir ada seorang pembantu presiden yang mengatakan bahwa dokter-dokter yang meninggal itu karena tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.
“Berbicara tentang disiplin, saya mendengar berita, ada seorang petinggi, pembantunya presiden, yang mestinya visinya adalah visi presiden, ia menyatakan bahwa banyaknya dokter dan tenaga medis yang gugur, itu disebabkan karena ketidakdisiplinan mereka,” kata Gus Mus, Rabu (2/9) dikutip NU Online dari Gus Mus Channel.
Hal itu disampaikan Gus Mus dalam kesempatan pertemuan daring yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rabu (2/9) untuk mendoakan 100 dokter yang meninggal karena terpapar Covid-19. Gus Mus tidak menyebutkan lebih lanjut siapa yang dimaksud petinggi tersebut.
“Ini sungguh menyakiti hati, ini omongan apa ini. Seorang yang sudah ditokohkan, bahkan mewakili visi presiden. Dulu Pak Jokowi bilang, tidak ada visi menteri, yang ada adalah visi Presiden. Sekarang saya tanya kepada presiden, apakah ucapan ngawur bahwa dokter dan tenaga medis di garis depan yang gugur itu karena tidak disiplin?” ucap Gus Mus.
Gus Mus berharap, mudah-mudahan Tuhan memberikan hidayah kepada petinggi yang berbicara seperti itu. “Sebagaimana Tuhan juga memberikan hidayah kepada rakyat semua bahwa corona ini adalah lawan kita bersama, musuh kita bersama yang harus ditanggulangi bersama,” tegasnya.
Gus Mus mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya ratusan tenaga medis dan para dokter yang berada di garis depan untuk melawan virus corona pada saat ini.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, mudah-mudahan Allah Tuhan Yang Esa, Tuhan Yang Maha Pemurah menerima amal mereka dan menempatkan di tempat yang layak sesuai dengan jasa dan amal perbuatan mereka,” ucap Gus Mus berdoa untuk dokter dan tenaga medis yang gugur karena Covid-19.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Satgas Penanganan Covid-19 menggelar doa bersama terkait meninggalnya 100 dokter karena Covid-19.
Dikutip dari akun Instagram PB IDI, Rabu (2/9), acara tersebut akan digelar melalui video conference, sehingga para dokter dan tenaga medis dari berbagai daerah bisa berpartisipasi.
Selain doa bersama, dalam acara itu akan dilakukan mengheningkan cipta untuk mengenang para dokter yang meninggal saat menangani pasien terinfeksi virus corona.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 4 Maksiat Hati yang Bisa Hapus Pahala Amal Ibadah
2
Khutbah Jumat: Jangan Golput, Ayo Gunakan Hak Pilih dalam Pilkada!
3
Poligami Nabi Muhammad yang Sering Disalahpahami
4
Peserta Konferensi Internasional Humanitarian Islam Disambut Barongsai di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
5
Kunjungi Masjid Menara Kudus, Akademisi Internasional Saksikan Akulturasi Islam dan Budaya Lokal
6
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Bahaya Arak keur Kahirupan Manusa
Terkini
Lihat Semua