Hari Santri 2024, LPBINU Gelar Sosialisasi Program Sedekah Minyak Jelantah untuk Lingkungan Hidup
NU Online · Selasa, 22 Oktober 2024 | 23:00 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar sosialisasi program Sedekah Minyak Jelantah untuk Lingkungan Hidup di Yayasan Al Muddatsiriyah, Kemayoran, Jakarta Pusat, bertepatan dengan Peringatan Hari Santri 2024, pada Selasa (22/10/2024).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran murid mengenai pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh ratusan murid dan guru, serta perwakilan dari Bank Sampah Nusantara.
Direktur Bank Nusantara LPBINU Yani Rahman Yuliansyah menjelaskan, minyak jelantah jika dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, serta berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.
"Melalui program ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya kepada NU Online, Selasa (22/10/2024) malam.
Selama sosialisasi, siswa diajarkan tentang cara mengumpulkan dan menyimpan minyak jelantah dengan benar. Mereka juga diberikan informasi mengenai manfaat minyak jelantah, yang dapat diolah menjadi biodiesel dan produk ramah lingkungan lainnya.
Ia menjelaskan bahwa target dari program sedekah minyak jelantah ini adalah menyasar sekolah-sekolah swasta, khususnya yang berada di wilayah Jabodetabek.
Secara teknis, jelas Yani, para murid akan membawa minyak jelantah dari rumah yang kemudian disedekahkan di sekolah. Lalu hasil pengumpulan minyak jelantah itu akan dibeli oleh Bank Sampah Nusantara LPBINU. Sementara hasil penjualannya dikembalikan ke pihak sekolah.
"Hasil penjualannya akan dikembalikan ke sekolah lagi melalui kesiswaan atau OSIS untuk digunakan dalam bentuk kegiatan positif yang ada di sekolah. Bisa juga untuk dibelikan alat olahraga atau fasilitas lainnya yang belum ada di sekolah," jelasnya.
Kegiatan sosialisasi Program Sedekah Minyak Jelantah untuk Lingkungan Hidup ini diakhiri dengan penyerahan tempat pengumpulan minyak jelantah yang akan digunakan oleh pihak yayasan.
Melalui program ini, Yani berharap, para murid tak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan tetapi juga dapat berkontribusi langsung melalui tindakan sederhana, salah satunya menyimpan minyak jelantah.
"Dengan dukungan dari Al Muddatsiriyah, kami berharap program ini dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan lain dalam rangka pengelolaan limbah yang lebih baik dan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi," harapnya.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua