Hasil Survei LSIN: 71 Persen Responden bakal Pilih Cawapres Perempuan
NU Online · Senin, 2 Oktober 2023 | 07:30 WIB
Pendiri LSI Nusantara, Yasin Mohammad, saat memaparkan hasil survei terkini terkait pandangan responden jelang Pilpres 2024 di Jakarta, Ahad (1/10/2023). Foto: NU Online/Musthofa Asrori
Ali Musthofa Asrori
Penulis
Jakarta, NU Online
Mayoritas responden disebut bakal memilih calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan perempuan pada gelaran Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024. Hal tersebut mengemuka dalam paparan hasil survei terkini yang dilakukan Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN).
“Partisipasi pemilih memilih cawapres perempuan sangat tinggi. Yakni, di angka 71 persen,” kata Direktur Eksekutif LSIN Yasin Mohammad di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (1/10/2023).
Selebihnya, lanjut Yasin, 20 persen responden menjawab tidak akan memilih cawapres perempuan. Sedangkan sembilan persen sisanya menyatakan netral.
Indikator berikutnya, yakni cawapres dari kalangan warga atau representasi Nahdlatul Ulama (NU). Sebanyak 35 persen responden menjawab akan memilih, tujuh persen responden tidak akan memilih, dan 58 persen responden menjawab netral.
“Indikator selanjutnya, cawapres dari etnis Jawa, 30 persen responden akan memilih, delapan persen responden tidak akan memilih, dan sisanya netral,” ungkap Yasin.
Ia menyebut indikator terakhir ialah cawapres milenial. Hasil survei membuktikan bahwa hanya 19 persen yang mau memilih cawapres milenial. “Lalu, 20 persen responden tidak berkenan memilih cawapres milenial. Sementara mayoritas responden, yakni 61 persen, menyatakan netral,” paparnya.
“Melalui survei yang dilakukan pada periode 24-29 September 2023, LSI-Nusantara berusaha meng-capture tiga segmen ceruk pemilih besar, yaitu perempuan, NU, dan milenial serta generasi Z,” kata Yasin.
Pertimbangannya, kata dia, segmen tersebut bisa menjadi potensi yang menentukan bagi kemenangan pasangan calon pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Survei LSI-Nusantara dilakukan secara nasional melalui telepolling dengan melibatkan 1.200 responden.
“Metodologi survei dilakukan dengan menelepon responden yang pernah menjadi responden terpilih dalam survei LSI-Nusantara pada survei-survei sebelumnya,” papar Yasin.
Ia menambahkan, pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan database nomor telepon. Pengumpulan data dilakukan melalui telepon dengan panduan kuesioner oleh surveyor telepolling. Survei LSI-Nusantara memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ± 2,8 persen.
Hadir sebagai narasumber, ilmuwan dan cendekiawan Muslim Indonesia Sidrotun Naim Ph.D dan pengamat politik Ujang Komarudin. Diskusi tersebut dimoderatori Direktur Dialektika Institute Muhammad Qutub.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua