Kader ISNU Didorong Berperan Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
NU Online · Selasa, 10 Februari 2026 | 10:00 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi saat berbicara pada acara ISNU di Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Kemen PPPA)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kader Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) didorong untuk mengambil peran aktif dalam mengubah pola pikir masyarakat mengenai kesetaraan gender dan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta anak.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi (Arifah Fauzi) dalam acara Dialog Publik dan Workshop Literasi Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Senin (9/2/2026) di Jakarta.
"Jika gerilya para kader ini berhasil, maka akan berdampak pada perubahan perspektif tentang pemberdayaan perempuan serta perubahan perilaku di masyarakat," ujar Arifah dalam keterangannya.
Menurutnya, di banyak daerah, terutama di desa-desa, masih banyak perempuan yang memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh kesempatan dan akses setara untuk mengembangkan diri.
"Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas pihak, khususnya dengan organisasi masyarakat seperti ISNU yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu.
Arifah menambahkan, pemenuhan hak perempuan dan anak masih menghadapi tantangan kompleks sehingga diperlukan komitmen dan sinergi semua pihak.
"Kondisi ini menuntut kontribusi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus memperkuat tiga kerangka utama pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yakni penguatan regulasi, kelembagaan, serta jejaring multi-pemangku kepentingan.
Upaya ini diperkuat melalui pembentukan dan penguatan UPTD PPA di seluruh Indonesia, optimalisasi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, serta sistem informasi SIMFONI PPA.
"Gerakan kader ISNU memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan sosial di tingkat akar rumput," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal membangun jejaring dan ekosistem masyarakat yang bebas dari kekerasan.
"Implementasi ruang aman tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga di ruang publik dan ruang digital yang bebas dari kekerasan," jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas pengurus ISNU diharapkan dapat mencegah ketimpangan relasi serta memutus budaya diam (silent culture) terhadap kasus kekerasan di masyarakat.
"Ini langkah awal untuk membangun kekuatan bersama dalam mencegah kekerasan, termasuk kekerasan siber. Mau tidak mau, kita harus bergerak bersama menciptakan aksi nyata," tegasnya.
Terpopuler
1
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
2
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
3
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
4
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
5
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
6
Ansor University Jatim Buka Pendaftaran Ramadhan Academy, Tiga Kelas Intensif Gratis
Terkini
Lihat Semua