Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Hutan di Kaltara, BNPB: Penyebab dalam Penyidikan
NU Online · Selasa, 12 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Ahad (10/5/2026) (Foto: BNPB)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara saat ini dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Ahad (10/5/2026) sekitar pukul 15.56 WITA dengan luas lahan yang hangus terbakar mencapai sekitar dua hektare.
“Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” ujarnya di Jakarta pada Senin (11/5/2026).
Ia menyampaikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), segera dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan dan kendaraan pendukung pemadaman darat.
Upaya cepat tim gabungan pemadaman api membuahkan hasil, dimana api berhadil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama sekitar oukul 18.33 WITA.
Baca Juga
Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama sekitar oukul 18.33 WITA,” ujar Abdul.
Muhari menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.
Ia mengingatkan bahwa perubahan pola cuaca pada masa transisi musim dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, di sejumlah wilayah juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan gambut dan daerah rawan kekeringan.
“Kami meminta kesiapsiagaan di sejumlah wilayah Indonesia ditingkatkan, terutama dalam memantau titik-titik rawan api, guna meminimalisir dampak yang lebih luas selama musim kemarau,” katanya.
BNPB menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat muncul selama periode peralihan musim. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terlebih pada wilayah dengan kondisi vegetasi kering.
“Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya di sekitar tempat tinggal,” ujar Abdul.
“Pemeritah daerah harus memastikan peringatan dini berjalan optimal, menyiapkan jalur evakuasi serta logistik darurat, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Innalillahi, Pengasuh Pesantren Tambakberas KH M Fadlullah Malik Wafat, Sosoknya Dikenal Organisatoris
2
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
3
Wapres Gibran Ajak Santri Teladani Mbah Wahab, Gerakkan Persatuan
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua