Nasional BANJIR SUMATRA

Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Dimulai, Hari Pertama Siswa Dapat Materi Psikososial

NU Online  ·  Selasa, 6 Januari 2026 | 11:00 WIB

Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Dimulai, Hari Pertama Siswa Dapat Materi Psikososial

Layanan psikososial. (Foto: BNPB)

Jakarta, NU Online

Data Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) per Selasa (6/1/2026) pukul 10.00 WIB menunjukkan sebanyak 3.188 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Rincian satuan pendidikan dibawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Aceh dengan 3.188 sekolah, di Sumatra Barat dengan 659 sekolah, serta Sumatra Utara dengan 1.217 sekolah.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan bahwa dari sebagian sekolah telah kembali beroperasi, meskipun masih berada dalam tahap pemulihan. Salah satu sekolah telah beraktivitas adalah SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.


Meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai, Abdul mengatakan bahwa kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih.


“Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar. Pada hari pertama sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru. Anak-anak menyampaikan pengalaman mereka selama masa terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial,” ujar Abdul dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).


Dalam aspek pembelajaran, ia menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap. Pada fase tanggap darurat 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.


“Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum akan disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan, program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi,” lanjutnya.


Abdul menambahkan pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum akan diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.


BNPB mencatat korban meninggal dunia sebanyak 1.177 orang, total warga mengungsi yakni 242.200 orang, dan 148 jiwa dinyatakan hilang. Sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan antara lain 215 fasilitas kesehatan, 803 rumah ibadah, 776 jembatan, dan 2.060 jalan. Selian itu, total rumah warga yang rusak adalah 175.126 unit dengan rincian 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rumah rusak sedang, dan 76.588 rumah rusak ringan.


============


Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut https://filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang