Ketum PBNU Sampaikan 4 Komponen Strategis Fungsikan NU Laksana Pemerintahan
NU Online · Ahad, 28 Juli 2024 | 11:15 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf pada Rapat Pleno Nahdlatul Ulama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan yang digelar pada Sabtu-Ahad (27-28/07/2024) (Foto: Suwitno/NU Online)
Afrilia Tristara
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa kepengurusan Nahdlatul Ulama menghendaki konstruksi organisasi layaknya pemerintahan.
"Sejak awal telah berkali-kali kami tekankan bahwa kita ingin membangun suatu konstruksi jam'iyyah kepengurusan organisasi yang bisa berfungsi laksana pemerintahan dengan struktur kepengurusan sebagai pemerintah dan jamaah sebagai warganya," kata Gus Yahya.
Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Pleno Nahdlatul Ulama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan yang digelar pada Sabtu-Ahad (27-28/07/2024).
Menurut Gus Yahya, konstruksi organisasi yang seperti pemerintahan ini mensyaratkan komponen dasar yang mencerminkan langkah strategis untuk menanggulangi masalah universal dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia.
"Pertama-tama agenda-agendanya harus sistematis, tidak boleh centang-perenang dan harus bisa secara logis mencerminkan suatu strategi untuk menanggulangi masalah universal yang kita hadapi," jelas Gus Yahya.
Komponen dasar berikutnya yang dibutuhkan yakni sistem manajemen dan tata kelola organisasi yang terstruktur dan koheren. Untuk mencapai manajemen yang solid, Gus Yahya berpendapat perlu adanya asesmen kompetensi terhadap para kader NU yang memiliki tanggung jawab terhadap sebuah badan atau lembaga di bawah naungan PBNU.
Selain itu, dalam Rapat Pleno PBNU juga akan dipaparkan kisi-kisi Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU sebagai pelatihan dan kaderisasi tingkat tertinggi sebagai keberlanjutan dari tingkat dasar dan menengah.
"Alhamdulillah sudah kita selesaikan semacam kisi-kisi untuk pelatihan kader tingkat tertinggi yaitu Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU," kata sosok yang juga merupakan pengasuh PP Roudlotut Tholibin, Rembang ini.
Selain itu, transformasi digital NU juga termasuk ke dalam komponen dasar pewujudan manajemen NU yang Solid. Melalui NU Digdaya (Digitalisasi Data dan Layanan), merupakan pengelolaan organisasi secara digital.
"Kita sudah selesaikan desain digital ini yang nantinya akan terus kita bangun menjadi semesta digital NU. Sehingga nanti semua urusan orang NU ada di sini. Alhamdulillah desain dasarnya sudah jadi," kata Gus Yahya.
Senada, Sekretaris Jenderal (sekjen) PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan setidaknya ada tiga hal untuk mewujudkan koherensi antarprogram kerja PBNU.
"Pertama membuat perencanaan yang utuh, komprehensif, dan terintegrasi dengan melibatkan Lakpesdam yang bertransformasi menjadi Bappenu. Kedua, agar SDM kita meningkat dibentuk AKN. Terakhir, tidak ada pilihan lain kita harus sudah mulai bertransformasi untuk digitalisasi tata kelola organisasi," kata Gus Ipul.
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua