KH Anwar Iskandar dan Gus Yahya Hadiri Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional
NU Online · Ahad, 3 November 2024 | 07:00 WIB
Wakil Rais Aam PBNU Kiai Anwar Iskandar bersama Ketum PBNU Gus Yahya disambut dan didampingi Sekjen PBNU sekaligus Mensos RI Gus Ipul saat menghadiri acara Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional di GBK, Sabtu (2/11/2024). (Foto: TVNU/Miftah)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu (2/11/2024).
Kehadiran dua tokoh itu didampingi oleh Sekretaris Jenderal PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Kiai Anwar dan Gus Yahya tampak duduk di barisan para menteri dari NU yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang Ketua Lakpesdam PBNU Erick Thohir dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.
Gus Yahya mendapatkan sambutan hangat dari Presiden RI Prabowo Subianto. Nama Gus Yahya disebut saat acara penyambutan. Gus Yahya lantas berdiri untuk menyapa hadirin yang memadati lokasi acara.
“Tadi saya kurang menyebut, Ketua PB Nahdlatul Ulama Gus Yahya, saudara-saudara, saya minta maaf, ini sekretaris menghadap saya ini, mohon maaf, Gus,” katanya disambut tepuk riuh hadirin.
Ketua GSN Rosan Roeslani mengaku bahwa Gerakan Solidaritas Nasional memiliki visi-misi tersendiri. GSN ini, menurutnya, semacam wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sehingga digulirkan menjadi sebuah program.
"Kita ingin hadir di seluruh lapisan masyarakat, di semua daerah di semua golongan dan kita ingin mendengar aspirasi kemudian kami bungkus menjadi sebuah gagasan, kami bungkus menjadi sebuah program. Program-program yang ada di GSN kita jalankan sesuai dengan implementasi yang ada," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
Sementara itu, Presiden Prabowo kembali mengulang bahwa dirinya sangat ingin bersatu dengan seluruh pihak, meski pada dasarnya ada saja pihak yang kembali dan keluar secara berulang dari koalisinya itu.
"Semua organisasi yang berdiri, politik, sosial, semua partai politik yang ikut koalisi kita, ada yang dari awal, ada yang keluar sebentar kembali lagi, tidak ada masalah," katanya.
Tak hanya itu, Prabowo menyebut bahwa perkumpulan GSN adalah kesempatan untuk bertemu dengan para Tim Kampanye Nasional (TKN) yang sebelumnya berjuang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.
"Jadi ini kita anggap sebagai salah satu langkah untuk mengumpulkan para relawan dan tokoh organisasi yang sukarelawan, yang membela perjuangan kita. Kesempatan kita untuk reuni, kesempatan untuk saya atas nama perjuangan kita bersama untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan di Indonesia di mana pun berada," terangnya.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua