KH Ma’ruf Amin: Kiai Harus Warnai Pola Pikir Masyarakat
NU Online · Kamis, 2 Januari 2025 | 10:00 WIB
Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin saat menghadiri 100 tahun Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (1/1/2025). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Pesantren Ploso)
Rikhul Jannah
Kontributor
Kediri, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa para ulama harus mewarnai pola pikir keimanannya masyarakat melalui kebudayaan, ekonomi, dan lain sebagainya dengan cara yang benar.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Harlah 100 Tahun Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur pada Rabu (1/1/2025) malam.
“Jadi, Kiai harus memberi warna, Apa yang diberi warna? cara berpikirnya, manhajul fikr, yang diberi warna kebudayaannya, ekonominya,” ujarnya di Halaman Pondok Pesantren Al Falah.
Kiai Ma’ruf menyampaikan bahwa tugas para ulama memberikan warna keimanan melalui ilmu kepada masyarakat agar mereka tidak masuk ke dalam kebodohan atau jahiliyah.
“Tugas ulama itu menurut yang saya pahami memberikan shibghah (keimanan), memberi warna shibghah di dalam kehidupan (masyarakat) supaya tidak berada dalam kehidupan yang jahiliyah (kebodohan),” ujar Rais Aam PBNU Periode 2015-2018.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 138, ia mengibaratkan bahwa shibghah seperti celupan warna keimanan untuk kehidupan manusia. Menurutnya, para ulama perlu memberikan warna untuk masyarakat dengan harapan kehidupan mereka akan lebih berwarna melalui keimanan dan ketaatan kepada Allah.
“Shibghahtallah waman ahsanu minallahi shibghah. Yang diberikan shibghah Allah dan shibghah mana lagi, warna apalagi yang lebih baik dari warna Allah,” katanya.
Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyampaikan bahwa di Pondok Pesantren Al Falah ini dapat memberikan warna keimanan kepada calon ulama dan dapat mencetak kader ulama untuk bangsa Indonesia.
“Pendiri Pesantren Al Falah, Kiai Ahmad Djazuli menyiapkan orang-orang yang paham agama, banyak kiai dan calon-calon kiai yang di cetak di tempat ini,” ujarnya.
Acara Harlah 100 tahun tersebut dihadiri oleh Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus, dzuriyyah Pondok Pesantren Al Falah, tamu undangan, dan para santri.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua