Nasional

LPBINU Latih Ratusan Relawan Desa untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

NU Online  ·  Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:00 WIB

LPBINU Latih Ratusan Relawan Desa untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

LPBINU melatih relawan desa di Buleleng, Bali. (Foto: dok LPBINU)

Jakarta, NU Online

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menginisiasi pelatihan relawan kebencanaan di wilayah rawan bencana Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini digelar di Wisma Nangun Kerti Bedugul, Desa Pancasari, sebagai bagian dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL).


Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) serta didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Sebanyak 160 relawan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt mengikuti kegiatan ini.


Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng Putu Ariadi menegaskan bahwa relawan memiliki peran strategis dalam sistem penanggulangan bencana, khususnya di tingkat tapak.


“Relawan adalah ujung tombak dan pilar utama dalam sistem penanggulangan bencana di tingkat tapak. Kehadiran, kepedulian, dan kompetensi relawan menjadi energi besar dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujarnya.


Ia menambahkan, Kabupaten Buleleng memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, baik hidrometeorologi maupun geofisika. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat desa.


“Melalui pelatihan ini, relawan tidak hanya dibekali niat baik, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan prosedur standar agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terarah, efektif, dan aman,” tambahnya.


Senada, Sekretaris LPBI PBNU Halik Rumkel menyampaikan bahwa penguatan kapasitas relawan merupakan bagian penting dari pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Menurutnya, masyarakat lokal adalah pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana.


“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan respons darurat. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan dan pengurangan risiko sejak dini. Relawan desa yang terlatih akan menjadi aktor kunci dalam melindungi keselamatan warga dan meminimalkan dampak bencana,” ujar Halik kepada NU Online, Sabtu (10/1/2026).


Ia berharap pelatihan ini benar-benar membekas dan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan. “Saya tidak ingin pelatihan hanya bersifat seremonial. Ketika bencana terjadi, pengetahuan dan kapasitas relawan harus benar-benar terlihat dan diterapkan,” terangnya.


Halik menegaskan, LPBI PBNU berkomitmen mendorong penguatan kapasitas relawan secara inklusif dengan melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, serta kelompok rentan.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng I Gede Suyasa menyebut pelatihan relawan sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang.


“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat, sehingga relawan siap menjadi garda terdepan saat bencana terjadi,” ujarnya.


Iswar Abidin, Manager Program KANAL LPBI PBNU, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, terutama pada fase awal penanganan bencana sebelum bantuan eksternal tiba.


“Fase awal penanganan bencana adalah golden time. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungannya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat penting,” jelasnya.


Ia berharap pelatihan ini melahirkan kader-kader kebencanaan desa yang kompeten dan mampu menularkan pengetahuan kepada masyarakat luas serta bersinergi dengan para pemangku kepentingan.


Pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua PCNU Buleleng KH Rahmat Al Baihaqi, Koordinator Program SIAP SIAGA Provinsi Bali Ihyaul Ihsan, Ketua LPBI PWNU Bali Syaiful, Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng, Kepala Pos SAR Basarnas Buleleng, Danramil/Koramil Seririt, Camat Seririt, serta para perbekel dan lurah dari delapan desa dan kelurahan penerima Program KANAL LPBI PBNU.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang