LTN-NU dan LBMNU Pamekasan Sambut Harlah NU ke-89
NU Online · Sabtu, 12 Mei 2012 | 05:00 WIB
Pamekasan, NU Online
Pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasr Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan membangun komitmen untuk menyukseskan hari lahir (Harlah) NU ke-89. Para pengurus hariannya sudah melakukan rapat, Jumat (11/5) siang.
Bertempat di kediaman ketua Lakpesdam NU Pamekasan A Fawaid Sjadili, Patemon, Pamekasan, rapat tersebut dihadiri oleh ketua LTN NU Pamekasan Umar Bukhory dan sekretarisnya Fadllan serta pemimpin redaksi media massa NU Pamekasan.
Rapat tersebut sengaja melibatkan ketua Lakpesdam karena antar-lajnah atau antar-lembaga dan antar-Banom di NU Pamekasan selalu berupaya untuk bisa sinergi, terutama dalam bidang syiar ke-NU-an melalui tulisan.
Keputusan yang dihasilkan ialah bahwa pada Sabtu (19/5) mendatang, media massa NU Pamekasan hendak disosialisasikan kepada segenap pengurus 13 MWC NU yang ada di Pamekasan. Masing-masing MWC tersebut nantinya mendelegasikan 2 utusan untuk terlibat aktif dalam sosialisasi tersebut. Dengan begitu, ada 26 peserta yang ditargetkan.
“Ini sebagai penguatan saja karena media kita sudah dikenal banyak kalangan di Pamekasan,” ujar Mas Arik, sapaan akrab Umar Bukhory.
Bahtsul Masail
Sementara itu, Sabtu (12/5) malam nanti, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamekasan bakal menggelar bahtsul masail. Tempat kegiatan tersebut ialah pendopo Kecamatan Pegantenan, jalan raya Pegantenan Pamekasan.
Pengurus mengangkat 2 masalah yang hendak dibahas, yaitu tentang penggunaan ruang kelas di luar peruntukannya dan khatib Jumat meninggalkan rukun/syarat khutbah. Permasalahan pertama berangkat dari penawaran pengurus MWCNU Kadur, sedangkan satunya dicetuskan oleh pengurus LBMNU Pamekasan sendiri.
“Permasalahan-permasalahan akan kami upayakan untuk dibahas secara serius demi kemaslahatan bersama,” tegas ketua LBMNU Pamekasan, K Fathor Rasyid.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Hairul Anam
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua