Nasional

NU Online Super App Serahkan Rp307 Juta Zakat Mal ke NU Care-LAZISNU untuk Penanganan Bencana Sumatra

NU Online  ·  Jumat, 9 Januari 2026 | 20:00 WIB

NU Online Super App Serahkan Rp307 Juta Zakat Mal ke NU Care-LAZISNU untuk Penanganan Bencana Sumatra

Redaktur Eksekutif NU Online Mahbib Khoiron menyerahan hasil perhimpunan zakat mal periode Oktober-Desember 2025 kepada Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Riri Khariroh. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

NU Online Super App kembali menyerahkan hasil penghimpunan zakat mal sebesar Rp307.654.429 kepada NU Care-LAZISNU. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan zakat mal pada periode Oktober-Desember 2025 atau kuartal terakhir tahun 2025.


Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengatakan bahwa penyerahan zakat mal ini merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang antara NU Care-LAZISNU dan NU Online dalam memaksimalkan potensi dana umat melalui platform digital.


“Penghimpunan zakat mal ini merupakan kerja sama yang sudah berlangsung cukup lama antara NU Care-LAZISNU dengan NU Online, di mana penggalangan dananya dilakukan melalui NU Online Super App. Ini adalah wujud kolaborasi yang baik antarlembaga di bawah PBNU untuk saling bersinergi,” ujar Riri di Kantor Redaksi NU Online, Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/1/2026).


Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan dana umat agar dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik dan masyarakat yang membutuhkan.


Selama ini, dana zakat mal yang dihimpun melalui NU Online Super App telah dimanfaatkan untuk berbagai program NU Care-LAZISNU yang mencakup lima pilar utama.


“Dana umat ini kami gunakan untuk berbagai program, mulai dari beasiswa santri, bantuan anak-anak duafa, insentif guru ngaji, hingga program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan usaha dan pelatihan. Selain itu juga untuk layanan kesehatan dan program kemanusiaan lainnya,” jelasnya.


Riri menambahkan bahwa hampir seluruh pilar program NU Care-LAZISNU, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, lingkungan, dan kemanusiaan, mendapat dukungan dari dana yang dihimpun melalui NU Online Super App.


Fokus Penanganan Bencana di Sumatra

Untuk kuartal terakhir 2025, Riri menegaskan bahwa pemanfaatan dana zakat mal tersebut akan difokuskan pada penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.


“Dana ini akan kami fokuskan untuk membantu masyarakat terdampak bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan. Beberapa wilayah sudah memasuki fase pemulihan, sehingga bantuan mencakup instalasi air bersih, fasilitas MCK, serta pembangunan masjid dan musala darurat,” ujarnya.


Selain itu, NU Care-LAZISNU juga menyiapkan berbagai program Ramadan di wilayah terdampak bencana, yang sebagian pendanaannya bersumber dari zakat mal tersebut.


“Harapannya, dana ini dapat memperkuat program-program Ramadan yang akan kami laksanakan di wilayah bencana,” imbuhnya.


Riri pun menegaskan komitmen NU Care-LAZISNU dalam mengelola dana zakat secara transparan dan bertanggung jawab.


“Kami sangat mengapresiasi dukungan NU Online Super App yang konsisten. Dana ini akan kami kelola secara transparan dan kami dayagunakan sepenuhnya untuk kepentingan umat, khususnya para mustahik di wilayah terdampak bencana,” tegasnya.


Masuk Lima Pilar Program NU Care-LAZISNU

Sementara itu, Manager Fundraising NU Care-LAZISNU Wahyu Noerhadi menjelaskan bahwa dana zakat mal yang dihimpun melalui NU Online Super App pada prinsipnya dialokasikan ke dalam lima pilar program NU Care-LAZISNU.


“Dana zakat mal ini dialokasikan untuk lima pilar program, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dakwah, dan kemanusiaan. Program kebencanaan sendiri masuk dalam pilar dakwah dan kemanusiaan,” jelasnya.


Terkait penanganan bencana di Sumatra, Wahyu menyampaikan bahwa NU Care-LAZISNU telah melewati tahap tanggap darurat dan kini mulai memasuki fase transisi serta rehabilitasi.


“Kami sudah dua kali turun langsung ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada masa tanggap darurat. Ke depan, fokus bantuan akan masuk ke masa transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” ujarnya.


Ia menambahkan, bantuan lanjutan akan mencakup penyediaan hunian sementara, madrasah darurat, renovasi pesantren, serta perbaikan rumah ibadah yang terdampak bencana.


“Beberapa pesantren terdampak cukup parah, seperti di Aceh yang tertimbun lumpur. Hal itu menjadi perhatian serius kami ke depan,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang