Nasional

Operasi Hari Ke-4, Basarnas Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat Maros Meninggal

NU Online  ·  Selasa, 20 Januari 2026 | 21:45 WIB

Operasi Hari Ke-4, Basarnas Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat Maros Meninggal

Proses Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 (Foto: Instagram: kantorsar_makassar)

Jakarta, NU Online

Memasuki hari ke-4 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan tidak ada korban yang ditemukan dalam kondisi selamat. Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian.


Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR dihadapkan pada tantangan berat berupa medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan penanganan ekstra.


“Hari ini kita hari keempat melaksanakan operasi SAR. Dua korban yang sudah ditemukan sekarang dalam proses evakuasi, memang karena kondisi medan dan juga cuaca,” ujar Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).


Syafii menyampaikan, hingga hari keempat pencarian, Basarnas belum menemukan tanda-tanda adanya korban selamat. Namun demikian, ia menegaskan harapan tetap dijaga meski peluangnya sangat kecil.


“Tidak ada (yang selamat). Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,” ujar Syafii.


Menurutnya, harapan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam sejumlah peristiwa kecelakaan penerbangan sebelumnya, pernah ditemukan penumpang yang selamat meski pesawat mengalami kerusakan parah.


“Karena pernah itu kejadian, ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup,” lanjutnya.


Di tengah kondisi tersebut, Basarnas memastikan upaya evakuasi tetap dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh personel yang tersedia.


Syafii menjelaskan, apabila evakuasi menggunakan pesawat tidak memungkinkan dilakukan, tim SAR telah menyiapkan skema evakuasi darat dari puncak gunung menuju lokasi yang lebih aman.


“Namun dengan jumlah personel yang ada, kita berupaya pada saat pesawat tidak bisa evakuasi, kita akan berupaya tetap untuk merapatkan korban ini ke punggung daripada puncak Gunung Buru Sarawut,” jelasnya.


Syafii menegaskan, fokus utama operasi SAR saat ini adalah menemukan seluruh korban kecelakaan serta mengamankan puing-puing pesawat di lokasi kejadian. Seluruh temuan puing nantinya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.


“Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,” jelas Syafii.


Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait, sembari menunggu kondisi cuaca yang lebih memungkinkan untuk mempercepat proses evakuasi.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang