Pentingnya Pelajari Takhassus Hadits untuk Generasi Muda
NU Online · Jumat, 4 Oktober 2024 | 20:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Dalam era informasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, pemahaman ilmu agama menjadi semakin penting. Salah satu bidang yang membutuhkan perhatian khusus adalah takhassus hadits, yaitu studi mendalam mengenai hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Khadim Ma’had Darus-Sunnah KH Zia Ul Haramein menekankan pentingnya mempelajari takhassus hadits untuk generasi saat ini.
Menurut KH Zia Ul Haramein yang akrab di sapa Gus Zia, hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an, dan memahami hadits dengan baik sangat penting untuk membangun landasan moral dan etika yang kuat di kalangan generasi muda.
“Hadits merupakan penjelas bagi Al-Qur'an, hadits juga merupakan pelengkap bagi Al-Qur'an dan tidak semua hukum islam pada Al-Qur'an itu tertulis, maka yg tidak tertulis dalam Al-Qur'an itu ada di dalam hadits,” ujar Gus Zia kepada NU Online pada Kamis (3/10/2024) di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Jl SD Inpres No. 11 Pisangan Barat Ciputat, Cireundeu, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Gus Zia menyampaikan bahwa derasnya arus informasi melalui media sosial, banyak pemuda yang terpapar oleh berbagai pandangan dan interpretasi yang tidak selalu akurat. Sehingga generasi muda harus pandai memilah sumber hadits tersebut, jangan sampai malah terjebak dari sumber pendapat perseorangan.
“Arus informasi begitu besar melalui media sosial, sehingga harus ada penyaring, harus ada filter, sehingga arus-arus tersebut kita bisa memilah mana yang datang dari ajaran agama islam, mana yang datang dari pendapat perseorangan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa mempelajari hadits sama juga menjaga warisan Nabi Muhammad saw melalui ilmu yang telah diajarkannya. “Nabi tidak mewariskan harta, jabatan, istana tetapi Nabi mewariskan Al-Qur'an dan sunnah. Sehingga mempelajari sunnahnya Nabi sebagai bentuk menjaga warisan Nabi,” ungkapnya.
Gus Zia menerangkan bahwa orang yang mempelajari hadits akan memahami dan menerapkan akhlak sebagaimana yang di contohkan oleh Nabi Muhammad saw. Hadits-hadits Nabi mengandung banyak nilai moral dan etika yang dapat dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Ia menambahkan banyak hadits yang mengajarkan tentang pentingnya jujur, ramah, berkasih sayang, berlemah lembut, dan berakhlakul karimah. “Kalau orang tidak belajar hadits tidak akan paham bahwa sifat-sifat itu ada di dalam islam dan menjadi sifat-sifat yang mulia,” ungkapnya.
Gus Zia menyampaikan dengan menjaga akhlak, menjaga pribadi yang baik, maka akan siap menghadapi tantangan zaman saat ini. Karena orang yang belajar hadits atau belajar keislaman memiliki kemampuan dalam berperilaku, bermualamah atau bersosial dengan baik.
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua