Peringatan Isra' Mi'raj, Menag: Kesehatan Lingkungan Hidup Berdampak pada Kehidupan Beragama
NU Online · Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB
Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar saat memberikan keterangan kepada awak media dalam peringatan Isra' Mi'raj 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam. (NU Online/Jannah)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pendekatan ekoteologi dan penguatan toleransi beragama. Hal demikian ia sampaikan setelah agenda Peringatan Isra’ Mi’raj Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam.
Dalam keterangannya, Menag menyampaikan bahwa tema ekoteologi dipilih karena relevan dengan kondisi masyarakat yang tengah diuji oleh berbagai musibah dan krisis lingkungan. Ia menekankan bahwa cobaan tidak boleh dipahami secara keliru, melainkan sebagai bagian dari ujian yang mengandung harapan serta penguatan spiritual.
“Kita yakinkan kepada masyarakat bahwa ini adalah ujian. Dan di mana ada ujian, di situ ada kenaikan kelas. Maka jangan salah paham terhadap cobaan, sebab di baliknya selalu ada sesuatu yang menggembirakan,” ujarnya.
Menag juga berharap pesan-pesan yang disampaikan, termasuk dari Menteri Lingkungan Hidup, dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya memelihara dan merawat lingkungan. Menurutnya, dalam konteks kebangsaan, pesan Isra’ Mi’raj sangat relevan untuk menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama.
“Bahasa agama itu universal. Semua agama sepakat bahwa semakin sehat lingkungan hidup, semakin sehat pula kehidupan umat beragama,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh umat beragama untuk membangun kesadaran bersama, antara lain dengan menghemat air, listrik, dan sumber daya lainnya serta menjauhi perilaku mubazir. Menag mengutip al-Quran surah al-Isra' ayat 27 yang menegaskan bahwa perilaku berlebihan merupakan perbuatan tercela.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam tausiyahnya menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi juga pengingat akan amanah manusia sebagai penjaga bumi.
Dalam penjelasannya, Menteri LH mengaitkan peristiwa Isra’ Mi’raj dengan pesan keseimbangan alam (mizan). Ia mengutip Surah Al-Isra ayat 1 dan Surah Ar-Rahman ayat 7–8 yang menegaskan larangan merusak keseimbangan ciptaan Allah. Menurutnya, perusakan hutan, pencemaran sungai dan laut, serta emisi berlebihan merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum keseimbangan ilahi.
Ia menutup tausiyah dengan menegaskan bahwa puncak Isra’ Mi’raj, yakni perintah shalat lima waktu, harus membumi dalam perilaku sehari-hari. Shalat, katanya, tidak hanya mencegah kemungkaran sosial, tetapi juga kemungkaran ekologis, seperti pemborosan air dan energi serta perusakan lingkungan.
"Shalat mengajarkan disiplin, kebersihan, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam. Bahkan Nabi Muhammad saw mengingatkan agar tidak berlebihan menggunakan air meskipun berada di sungai yang mengalir,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peringatan Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperbaiki Kualitas Shalat
2
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Ujian dan Penghambaan hingga Anugerah Kemuliaan
3
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Shalat dan Kemaslahatan Sosial
4
Khutbah Jumat: Mi’raj Baginda Nabi dan Perjuangannya Meringankan Kewajiban Umat
5
Khutbah Jumat: Isra Mi’raj, Gelar Kemuliaan Nabi Muhammad dan Kewajiban Shalat
6
Baca Doa Berikut di Malam Isra Mi'raj, Dapatkan Faedahnya: Terkabul Segala Hajat
Terkini
Lihat Semua