Palembang, NU Online
Peran pendidikan pesantren terhadap kemajuan generasi bangsa tidak perlu diragukan. Pendidikan pesantren diakui telah banyak melahirkan generasi-generasi yang mewarnai perjalanan bangsa. <>
Demikian dinyatakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Eddy Yusuf saat memberikan sambutan dalam acara Malam Penganugerahan Pesantren Award, Kamis (10/5) di Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, Alumni pesantren tidak hanya diakui dalam mencari pekerjaan di dalam negeri. Bahkan, di luar negeri pun, alumni pesantren bisa bersaing dengan pencari kerja yang lain.
"karenanya, jika ada yang ribut soal RSBi, (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional), pesantren telah memulainya jauh sebelum itu, lihat saja, proses belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris dan Arab, itu kan bahasa internasional," ujar Eddy.
Eddy menambahkan, pada masa penjajahan Belanda, peran kyai dan santri cukup besar. Ketika itu rasa nasionalisme tumbuh begitu besar di kalangan pesantren. Karenanya, dalam catatan sejarah, peran pesantren tidak bisa dilupakan.
Sementara itu, mantan Menteri Agama Said Aqil Husien Al-Munawar berpendapat, pesantren merupakan aset religius bangsa Indonesia. Sebab, di negara lain, terutama negara Islam, tidak ada yang namanya pesantren.
Selain itu, keberadaan pesantren di Tanah Air, menjadi pertanda identitas keislaman di negara ini. "Ada ribuan masjid di Indonesia, sementara di negara-negara Muslim lain, masjid tidak sebanyak di Indonesia," demikian Said.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Syamsul Hidayah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua