Rais Aam: Kepemimpinan spiritual Bentuk Warna Pesantren
NU Online · Senin, 6 November 2017 | 11:40 WIB
Kepemimpinan spiritual telah membentuk warna tersendiri dalam lembaga pendidikan pesantren yang ada di Indonesia. Model kepemimpinan ini harus dan akan selalu melekat dalam pesantren dan bisa dijadikan model dalam setiap lembaga pendidikan maupun organisasi.
"Kepemimpinan spiritual kiai di pesantren sudah menjadi watak dasar sejak munculnya lembaga pendidikan keagamaan tersebut. Kepemimpinan spiritual sangat berbeda dengan model kepemimpinan apapun yang kita kenal," kata Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin kepada NU Online di Jakarta, Senin (06/11).
Menurut Kiai Ma'ruf, demikian ia akrab disapa, kepemimpinan kiai yang demikian ini bukan hanya nampak dalam transfer ilmu pengetahuan semata. Namun lebih dari itu, kepemimpinan ini sudah melampaui batas-batas fisikal.
"Kepemimpinan ini tidak lagi hubungan antara guru dan murid di sekolah atau antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Tapi lebih dari itu, kepemimpinan ini adalah seperti hubungan orang tua dan anaknya," katanya.
Kiai Ma'ruf menjelaskan bahwa pengaruh kiai sangat besar sekali dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada santri dan masyarakat luas dan akan selalu menjadi panutan bagi mereka.
"Sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami mentaati) itulah yang menjadi ciri khas bagaimana pengaruh kiai bagi santri dan masyarakat luas," katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga memandang perlu bagi setiap orang untuk selalu meneladani kiai dengan jiwa kepemimpinannya yang selalu tersambung sanad keilmuannya dengan Rasulullah dan selalu mendoakan bagai kebaikan santri dan masyarakat luas.
"Maka bentuk dari hubungan ruhiyyah antara santri dan kiainya setidaknya tercermin dari kegiatan tahunan, yang biasa kita kenal dengan istilah haul. acara ini menjadi jembatan bagaimana ketersambungan itu akan tetap terjalin," terangnya. (Masdar)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua