Rais 'Aam PBNU Ijazahkan Amalan untuk Hilangkan Sulitnya Rezeki Saat Pandemi
NU Online · Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:30 WIB
Kiai Miftach juga memberikan ijazah amalan lainnya yaitu dengan membaca lafadz "Ya Latifu" sebanyak 129 kali setelah shalat Maghrib. Ia mengingatkan untuk membaca lafadz ini dengan huruf fa’ nya dibaca dhommah karena rahasia pada kalimat "Ya Latifu" ada pada dhommahnya huruf fa’. (Foto: NU Online/Suwitno)
Muhammad Faizin
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga mereda di seluruh dunia menjadikan banyak sektor terdampak. Masyarakat luas pun merasakan kesulitan hidup di berbagai bidang kehidupan. Ikhtiar lahir dan batin harus terus dilakukan oleh masyarakat untuk dapat melewati masa sulit ini. Ikhtiar lahir dilakukan dengan langkah fisik seperti menerapkan protokol kesehatan, sementara ikhtiar batin dilakukan dengan doa dan berbagai amalan lainnya.
Sebagai bentuk ikhtiar batin, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memberikan ijazah amalan khusus yang bisa dilakukan umat Islam dalam menghadapi kesulitan dan kesempitan rezeki di masa pandemi ini.
Ijazah tersebut adalah membaca "Laa haula walaa quwwata illa billah" sebanyak 100 kali (tidak kurang dan tidak lebih) setiap hari dengan waktu yang tidak ditentukan. Dengan amalan ini dan atas izin Allah SWT maka kefakiran tidak akan mendekat dan kesulitan dalam mendapat rezeki akan hilang. "Saya ijazahkan pada sampean," katanya.
Selain itu, Kiai Miftach juga memberikan ijazah amalan lainnya yaitu dengan membaca lafadz "Ya Latifu" sebanyak 129 kali setelah shalat Maghrib. Ia mengingatkan untuk membaca lafadz ini dengan huruf fa’ nya dibaca dhommah karena rahasia pada kalimat "Ya Latifu" ada pada dhommahnya huruf fa’.
"Kalau mengalami saat-saat yang genting bisa dikalikan 129x129. Kalau dibaca sekitar dua jam lah. Insyaallah akan hasil maksudnya," jelasnya.
Ijazah ini disampaikannya pada momentum Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-98 Nahdlatul Ulama PBNU yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad (28/2) malam. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk saling membantu kesulitan orang lain di masa pandemi Covid-19 ini.
Kegiatan Harlah ini dilaksanakan secara daring dan luring. Hadir langsung pada kegiatan tersebut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan seluruh jajaran pengurus PBNU, serta pengurus lembaga dan badan otonom. Hadir pula Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua