Sempat Unggul, Walisongo Akhirnya Kalah dari Darunnajah
NU Online · Rabu, 18 November 2015 | 10:01 WIB
Sragen, NU Online
Pertandingan babak 8 besar Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di Lapangan UPI Bandung Jawa Barat, Ahad (15/11) lalu mempertemukan Pondok Pesantren Walisongo Sragen dari Zona Jateng 1 melawan kesebelasan Pesantren Darunnajah Cikajang Garut juara Zona Jawa Barat II.<>
Hasil pertandingan baru diketahui setelah menunggu hingga waktu normal di babak kedua berakhir dan dilanjutkan hingga babak extra time atau perpanjangan waktu. Hasil akhir, kesebelasan Walisongo mesti mengakui keunggulan Darunnajah Cikajang Garut dengan skor tipis 1-2.
Jalannya pertandingan
Pertandingan berjalan begitu ketat, namun berbagai peluang yang tercipta tak mampu dikonversi menjadi gol. Skor kacamata masih menghiasi papan skor di babak pertama.
Di babak kedua pertandingan berjalan semakin memanas. Melalui sebuah tekel keras yang dilakukan salah satu pemain Garut, wasit memberikan hadiah tendangan penalti untuk Walisongo.
Kapten tim Walisongo, Wilarso, yang menjadi eksekutor, tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk membuat timnya unggul terlebih dahulu. 1-0 untuk Walisongo.
Namun, 3 menit sebelum pertandingan berakhir, petaka datang untuk Walisongo. Pemain Garut berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga babak kedua berakhir, dan berlanjut hingga babak tambahan.
Faktor kelelahan boleh jadi menentukan hasil pertandingan dan sepertinya akan berlanjut pada babak adu penalti. Namun, sebelum berlanjut ke babak tos-tosan, pemain Garut berhasil menceploskan bola ke gawang Walisongo. Skor 2-1 dan membuat Garut berhak untuk lolos ke babak semifinal.
Manajer Walisongo M Bahrul Mustawa mengungkapkan, tim yang dibesutnya sebetulnya dapat mencapai hasil lebih baik. “Tim lawan kemungkinan sudah mempelajari permainan kami. Tapi, yang kami sesalkan, wasit kurang tegas dengan tidak memberikan kartu terhadap pemain yang melakukan tekel keras dan ngawur,” kata Mustawa, saat dihubungi NU Online, Senin (16/11).
Meski demikian, ia berharap apabila tahun depan kembali diadakan kejuaraan serupa, timnya akan lebih mempersiapkan diri.
“Kami mengambil pelajaran banyak dari kompetisi tahun ini. Seandainya tahun depan kembali diberi kesempatan, kami akan lebih total. Bahkan untuk itu, anak-anak sudah mulai berlatih dari sekarang,” ungkap Mustawa. (Ajie Najmuddin/Fathoni)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
2
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
5
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
6
Innalillahi, Ketua Pertama Lakpesdam NU Abdullah Syarwani Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua