Siapa Sih Santri? Ini Penjelasan Kiai Said
NU Online · Jumat, 11 Agustus 2017 | 03:01 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan tentang perkembangan label kepada orang yang dianggap santri. Menurutnya, dulu, santri merupakan label pembatas antara yang taat melaksanakan Islam dan yang tidak taat.
“Maka santri itu simbol dari kelompok umat Islam dan taat menjalankan syariat ibadah,” kata Kiai Said pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat (10/8).
Ia mengatakan, orang yang beragama Islam, tapi belum taat menjalankannya biasanya disebut abangan. Oleh karena itu kata Gus Dur, yang abangan ini sudah La ilaha Illallah, belum Muhammadur Rasulullah, katanya.
Maka, menurutnya, santri adalah kelompok umat Islam yang memahami, mengkaji, dan mengamalkan ajaran Islam. Siapapun dan dari manapun; baik lintas-ras, etnik maupun budaya.
Sementara sekarang, katanya, santri tidak hanya label bagi yang keluaran pesantren. Menurutnya, walaupun bukan alumni pesantren tapi beragama Islam, taat menjalankan perintah agama dan hormat kepada kiai, itu sudah dikatakan santri.
“Ada yang lulusan SD, SMP, SMA, universiatas UI atau Gajah Mada, UNPAD, tapi hormat kepada kiai dan dia menjalankan perintah agama, ibadah, itu sudah kita panggil santri,” jelas pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini.
Tampak hadir pada acara yang bertemakan Santri Mandiri, NKRI Hebat ini, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Waketum PBNU Mochammad Maksum Machfoedz, dan tamu undangan dari Kementerian Dalam Negeri dan Polri. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua