Teknologi, Kendaraan Baru Kaderisasi
NU Online · Ahad, 23 Desember 2018 | 12:00 WIB
Perkembangan teknologi sudah begitu cepat. Hal itu membuat generasi masa kini tidak bisa lepas dari dunia digital. Melihat hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) 2000-2003 Abdullah Azwar Anas mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan dalam menggalakkan kaderisasi.
"Teknologi bisa menjadi kendaraan baru kaderisasi," katanya pada gelar wicara Kongres XIX IPNU dan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren KHAS, Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12).
Pasalnya, Anas melihat teknologi begitu masif digunakan oleh kelompok lain untuk menyebarkan ideologi mereka. Mengutip hasil survey, ia juga mengungkapkan bahwa ulama NU berada di urutan belakang, sementara ustadz-ustadz yang tidak akrab dengan kitab kuning menempati urutan teratas paling dikenal oleh masyarakat saat ini.
"Betapa medsos menjadi kendaraan persebaran nilai ideologi," ujarnya,
Bupati Banyuwangi itu mengingatkan bahwa kaderisasi zaman dulu harus mengikuti pelatihan formal. Namun, saat ini, katanya, perlu lompatan yang luar biasa.
Jumlah anggota, menurutnya, bukan lagi jaminan ukuran keberhasilan. Tetapi, hebatnya suatu organisasi itu dinilai dari capaian atau melampaui skala prioritas yang ditargetkan mengingat anggaran dan periode kepengurusan yang terbatas.
"Kalau tidak punya skala prioritas, tidak punya capaian hebat," tuturnya.
Anas menjelaskan bahwa kaderisasi membentuk semangat dan jatidiri guna menghadapi berbagai persoalan yang akan menghadapi. Ia menyebut KH Mahfudz Siddiq sebagai salah satu contoh pemuda yang memiliki kemampuan lebih. Di usianya yang kedua puluh lima, Kiai Mahfudz sudah menjadi ketua umum PBNU.
"IPNU sangat penting bersama IPPNU (karena) mewadahi pertama di usia sekolah," katanya.
Jika terlambat dalam melakukan kaderisasi, maka tak sedikit kalangan pelajar yang akan diambil oleh gerakan lain. (Syakir NF/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua