Tuan Rumah Berterima Kasih atas Kepercayaan Panitia Pleno PBNU 2019
NU Online · Sabtu, 21 September 2019 | 19:20 WIB
“Selaku sahibul bait, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Rais ‘Aam, Ketua Umum PBNU, dan panitia yang telah memercayakan tempat rapat pleno 2019 kepada kami,” kata Kiai Abun saat penutupan Rapat Pleno di Pesantren Al-Muhajirin 2, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (22/9) malam.
Kiai Abun, yang juga mendapat amanah sebagai a’wan PBNU 2015-2020 ini, menambahkan bahwa ulama sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad merupakan pewaris para nabi. Dengan demikian, ia berharap, seusai menjadi tempat acara yang berisi para ulama tersebut pesantrennya menjadi mulia.
“Buat saya, ulama itu adalah warasatul anbiya, orang yang paling dihormati dan dimuliakan, kemudian menginjakkan tanah di Pesantren Al-Muhajirin, maka insya allah tanah ini akan terbawa mulia,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Rapat Pleno PBNU 2019 KH Abdul Manan Ghani menyampaikan terima kasihnya kepada pihak pesantren karena telah berkenan secara ikhlas menjadi tuan rumah.
Kiai Manan berharap, segala keputusan yang dihasilkan dari Rapat Pleno PBNU 2019 ini dapat dilaksanakan dengan baik supaya manfaatnya dapat dirasakan.
“Semoga semuannya bermanfaat dan bisa diamalkan dengan sebaik-baiknya,” kata Kiai Manan.
Dengan mengutip pernyataan Imam Ghazali, ia berpesan bahwa semua manusia akan rusak, kecuali orang-orang yang mempunyai rencana kerja. Orang-orang yang memiliki rencana kerja pun disebutnya akan binasa, kecuali jika dikerjakan. Tidak berhenti di situ, sambungnya, orang-orang yang mengerjakan pun pekerjaannya akan sia-sia, kecuali dilakukan dengan ikhlas.
“Untuk itu, tiga hal itu kita laksanakan dengan sebaik-baiknya Hasil Pleno 2019 menuju Muktamar Ke-34 NU,” ucapnya.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua