Warga Jerman Ini Datang ke Indonesia demi Masuk Islam di PBNU
NU Online · Rabu, 31 Juli 2024 | 20:39 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Takmir dan Imam Masjid An-Nahdlah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Syatiri menuntun perempuan asal Frankfurt, Jerman memeluk Islam pada Rabu (31/7/2024). Prosesi ikrar dua kalimat syahadat tersebut berlangsung di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat.
Setelah mualaf, perempuan muda yang bernama Emma Birgit Hertwig Mainaschaff (16) itu diberi tambahan nama Maryam. Kini, ia bernama lengkap Maryam Emma Birgit Hertwig Mainaschaff. Ia datang ditemani oleh sang ibu dan juga beberapa sahabat dari Indonesia.
Pada kesempatan itu, Syatiri menjelaskan proses ikrar berlangsung dengan lancar dan khidmat. Ia mengisahkan bahwa keinginan Emma untuk memeluk Islam berawal dari adanya panggilan hati.
"Alhamdulillah prosesi ikrar syahadatain Mba Emma, warga negara Jerman, semuanya lancar. Pesan-pesan juga pertanyaan dalam prosesi itu tersampaikan dan terjawab dengan baik. Tidak ada hambatan dalam proses tadi," ujar Syatiri.
Syatiri menyebut, pihak keluarga memberikan dukungan penuh atas pilihan Emma yang memutuskan untuk memeluk Islam, utamanya di Indonesia.
"Kebetulan orang tuanya mendukung sekali. Dia lebih yakin lagi dengan Islam setelah berkunjung dua kali ke Indonesia. Dia melihat orang Muslim di Indonesia tidak seperti yang mereka bayangkan," papar pria yang juga menjabat Kepala Perpustakaan PBNU tersebut.
Sementara itu, saat ditanya terkait keinginannya untuk memeluk Islam, Emma mengaku niat itu sudah ada sejak tahun lalu. Emma kemudian melakukan upaya memantapkan niat untuk menjadi mualaf, salah satunya dengan berkunjung langsung ke Indonesia. Kunjungan pertamanya berlangsung di 2023. Pada kunjungannya yang kedua di pada 2024, ia memutuskan untuk memeluk Islam.
"(Belajar Islam) sejak tahun lalu. Waktu saya datang ke Indonesia tahun lalu, kemudian melihat orang Islam di Indonesia lalu tertarik dengan Islam, karena sebelumnya berpikir Islam itu teroris dan sebagainya," ujar Emma.
Adapun proses ikrar yang dilakukan oleh di PBNU, Emma menyebut bahwa ia mendapatkan rekomendasi dari sahabat yang berada di Indonesia.
"Waktu kami searching, salah satu yang terbaik adalah di PBNU karena PBNU welcome untuk semuanya. Waktu konsultasi ke kami, kami yang membantu untuk memilihkan," ujar Nurul Arifin Subandi, salah satu WNI yang mendampingi Emma.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua