Pustaka

Al-Anwarul Bahiyyah min Isra’ wa Mi’raj Khairil Bariyyah: Kitab tentang Perjalanan Isra’ Mi’raj

Selasa, 28 Januari 2025 | 09:00 WIB

Al-Anwarul Bahiyyah min Isra’ wa Mi’raj Khairil Bariyyah: Kitab tentang Perjalanan Isra’ Mi’raj

Buku Al-Anwarul Bahiyyah. Sumber: Penulis

Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Allah SWT memberikan keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan mulia bersama Malaikat Jibril. Perjalanan ini dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta.

 

Sejak peristiwa ini pertama kali dipublikasikan lima belas abad yang lalu, Isra’ dan Mi’raj telah mengguncang mental penduduk Makkah dengan begitu dahsyat dan menjadi topik perbincangan yang sangat hangat. Banyak karya tulis yang membahasnya secara komprehensif hingga saat ini.

 

Sayyid Muhammad Al-Maliki, melalui kitabnya Al-Anwarul Bahiyyah min Isra’ wa Mi’raj Khairil Bariyyah, telah berhasil memaparkan pembahasan mengenai kisah-kisah yang berkaitan dengan Isra’ Mi’raj, baik mengenai tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengannya, maupun pelajaran yang dapat dipetik dari kedua peristiwa tersebut.

 

Beliau mempunyai nama asli Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Beliau adalah salah seorang ulama Islam dari Arab Saudi yang lahir pada tahun 1365 H atau 1946 M di kota Mekkah dan berasal dari keluarga Al-Maliki Al-Hasani yang terkenal. Ayahnya adalah As-Sayyid Alawi, seorang ulama terkemuka di Mekkah dan merupakan salah satu penasihat Raja Faisal, raja Arab Saudi pada saat itu.

 

Isi Kitab Al-Anwarul Bahiyyah

Kitab karya Sayyid Muhammad ini secara garis besar memaparkan pembahasan tentang kisah-kisah Isra’ Mi’raj, baik mengenai tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengannya, maupun pelajaran yang dapat dipetik dari kedua peristiwa tersebut.

 

Adapun paparan yang akan pembaca temukan dalam kitab ini secara garis besar meliputi:

 
  1. Seputar tafsir ayat Isra’
  2. Kisah awal bermulanya peristiwa Isra’ Mi’raj
  3. Perjalanan menuju Masjidil Aqsha
  4. Peristiwa ‘pembedahan’ dada Nabi Muhammad saw.
  5. Seputar tafsir ayat Mi’raj
  6. Pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Mi’raj
 

Pelajaran Isra Mi’raj Perspektif Sayyid Muhammad

​​​​​​​Dalam kitabnya ini (hlm. 87-108) memaparkan beberapa pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Berikut adalah beberapa diantaranya:

 

1. Keutamaan Nabi Muhammad

Menurut Sayyid Muhammad, salah satu pelajaran paling agung yang dapat dipetik dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah ditampakkannya keutamaan Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kemuliaan yang telah Allah SWT khususkan kepada beliau.

 

Namun, sesungguhnya keutamaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya terbatas pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj saja. Allah SWT telah menganugerahkan keistimewaan lain kepada beliau, seperti izin untuk memberikan syafa’at kepada umatnya, mukjizat berupa Al-Qur’an yang keabadiannya terjaga hingga hari kiamat—berbeda dengan mukjizat nabi-nabi lainnya—dan masih banyak lagi keutamaan lainnya yang menunjukkan keistimewaan beliau.

 

2. Nabi Muhammad menjadi imam shalat bagi para nabi lainnya

Menurut Sayyid Muhammad, salah satu khususiyyah paling agung yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah saat beliau menjadi imam shalat bagi para nabi di Baitul Maqdis.

 

Peristiwa tersebut, masih menurut Sayyid Muhammad, secara tidak langsung menunjukkan keagungan derajat dan maqam Nabi Muhammad SAW. Selain itu, hal ini juga menjadi bukti bahwa semua risalah Tuhan telah tercakup dalam risalah yang disampaikan oleh beliau SAW.

 

Dengan demikian, kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad SAW mencakup seluruh makhluk dari zaman Nabi Adam AS hingga hari kiamat.

 

3. Pelajaran dalam perintah shalat

Menurut Sayyid Muhammad, salah satu pelajaran besar yang dapat diambil dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj adalah pelajaran tentang perintah shalat. Antara kewajiban shalat dan mukjizat Isra’ dan Mi’raj terdapat keterkaitan yang sangat erat, sehingga shalat yang diwajibkan bagi umat Islam dapat disebut sebagai ‘Mi’raj Ruh’.

 

Ketika Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW berupa Isra’ dan Mi’raj dengan ruh dan jasad beliau, Allah SWT juga memberikan bentuk mi’raj secara ruh kepada umat Nabi SAW melalui shalat lima waktu. Dalam ibadah shalat, ruh dan hati seorang mukmin seolah-olah sedang melakukan mi’raj menuju Allah SWT.

 

Kelebihan Kitab Al-Anwarul Bahiyyah

Salah satu keunggulan kitab ini terletak pada kepiawaian penulis dalam menyajikan pembahasan mengenai kisah-kisah yang berkaitan dengan Isra’ dan Mi’raj. Penulis tidak hanya membahas tafsir ayat-ayat yang berhubungan dengan peristiwa tersebut, tetapi juga menyampaikan pelajaran-pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kedua peristiwa agung itu.

 

Selain itu, penggunaan gaya bahasa sastra yang indah menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pembaca. Dengan gaya bahasa ini, pembaca diajak untuk mengarungi ‘samudra’ ilmu yang luas dalam kitab ini. Wallahu a’lam.


Identitas Kitab

  • Judul: Al-Anwarul Bahiyyah min Isra’ wa Mi’raj Khairil Bariyyah
  • Penulis: Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki (w. 1425 H)
  • Penerbit: Maktabah Al-Malik Fahad
  • Tempat Terbit: Mekkah
  • Tahun: 1424 H
  • Tebal: 112 halaman


Muhammad Ryan Romadhon, Alumni Ma’had Aly Al-Iman, Bulus, Purworejo, Jawa Tengah.