Keberadaan bank syariah sebagai perwujudan sistem ekonomi Islami tak boleh sekedar formalitas penggunaan kaidah-kaidah syariah Islam, tetapi harus secara substansial memenuhi rasa keadilan ekonomi masyarakat.
Demikian dikatakan KH Hasyim Muzadi dalam penandatanganan nota kesepahaman antara PBNU dengan Bank Indonesia terkait dengan Sosialisasi Uang Asli yang didalamnya sekaligus mencakup sosialisasi perbankan syariah, yang diselenggarakan di gedung PBNU, Selasa (15/7).<>
“Banyak bank syariah yang sebetulnya bunganya sama, yang tak sama adalah sistemnya, dan formulasi-formulasi yang disyariatkan, sementara keinginan untuk mensyariatkan sebenarnya adalah menuju keadilan ekonomi dan keluar pelan-pelan dari ekonomi kapitalistik,” katanya.
Tak heran, karena tidak adanya nilai tambah, khususnya dalam aspek pembiayaan, sampai saat ini masyarakat belum begitu antusias untuk melakukan transaksi dengan bank syariah
Pencapaian keadilan ekonomi melalui bank syariah tak bisa sekedar dipenuhi dengan aturan-aturan formal seperti adanya agunan yang dalam Islam juga sudah diatur. “Saat ini yang diperlukan adalah pinjaman tanpa agunan bagi masyarakat miskin karena memang tak ada yang bisa diagunkan,” katanya memberi contoh.
Jika program-program seperti ini bisa dijalankan, Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini yakin umat Islam akan semakin kuat dan Indonesia menjadi lebih baik. (mkf)
Terpopuler
1
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
2
Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi
3
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
4
DPR Ingatkan Mutu Pendidikan di Tengah Wacana PJJ untuk Efisiensi Energi
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
Ribuan Paket Bantuan NU untuk Warga Palestina pada Ramadhan 1447 H
Terkini
Lihat Semua