Hati-hati Pengemis Berbahasa Indonesia
NU Online · Sabtu, 23 Oktober 2010 | 09:26 WIB
Larangan untuk tidak memberi atau melayani pengemis telah dikeluarkan Mufti Besar Mekkah. Jemaah haji diimbau untuk tidak melayani pengemis yang mulai membanjiri Mekkah menjelang puncak haji.
Biasanya, saat puncak haji, para pengemis memenuhi seluruh ruas jalan menuju Masjidil Haram. Sekarang ini saja beberapa pengemis sudah menempati kawasan di sepanjang jalan antara Masjid Kucing dan Masjidil Haram.<>
"Jika Mufti Besar Mekkah sudah mengimbau agar jemaah tak memberikan santunan kepada para pengemis, jemaah Indonesia juga perlu memperhatikan," ujar Kepala Daerah Kerja Mekkah, Cepi Supriatna.
Arabnews, Jumat (22/10/2010), memberitakan pula bahwa Mufti Besar Mekkah pun telah mengimbau jemaah agar tidak memberikan santunan kepada para pengemis.
Divisi Antikemiskinan Polisi Lalu Lintas Mekkah juga mulai merazia mereka. "Tadi malam saja, banyak dari mereka yang diangkut polisi," ujar Khatibul Umam, petugas haji di Sektor Khusus, sektor yang menangani jemaah sesat, yang berkantor sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjidil Haram.
Aisha, pengemis asal Somalia, seperti dikutip Arabnews, Jumat, mengatakan, banyak pengemis dari Jeddah dan kota-kota di sekeliling Mekkah mulai berdatangan di Mekkah.
"Datang lebih awal untuk memilih lokasi strategis di luar dan dekat Masjidil Haram," ujar Aisha.
Menurut Aisha, mereka datang tidak sekadar sebagai individu untuk mengemis. Mereka telah dikerahkan untuk tujuan mendapat uang sebanyak-banyaknya. Malam hari, mereka berkumpul.
Kemudian, kata Aisha, "Membagi uang hasil mengemis di antara anggota mereka, kemudian berpencar lagi." Nantinya, mereka akan meninggalkan Mekkah secara bersama-sama.
Para pengemis di Mekkah bisa berbahasa Indonesia sepatah-dua patah kata. Para pengemis di Jabal Nur, misalnya, mereka rajin menyapa jemaah dari Indonesia yang akan ke Gua Hira. "Haji, hajia Indonesi baguuusss. Indonesi..satu riyal.. miskin... satu riyal," teriak mereka, sambil mengulurkan tangan menggapai tangan jemaah.
Beberapa pihak mengingatkan bahwa saat calon pemberi mengeluarkan riyal, pengemis lain pun akan semakin semangat memintanya, "Kalau tidak mau memberi, mereka bisa menarik barang yang ada pada tubuh kita," kata seorang panitia haji. (mad)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua