Jamaah Dihimbau Kenakan Pakaian Ihrom Sejak dari Pondokan
NU Online · Rabu, 20 Oktober 2010 | 06:00 WIB
Jamaah haji yang telah berziarah ke Makam Rasulullah SAW dan menyelesaikan Arbain di Masjid Nabawi untuk kemudian bergerak menuju Makkah menunaikan ibadah haji, diharapkan telah mengenakan pakaian Ihrom sejak dari pondokan. Pengenaan pakaian Ihrom sejak dari pondokan atau hotel ini dilakukan untuk menghindari keruwetan dan kekacauan selama mengambil Miqot di Birr Ali.
Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja Madinah (Kadaker) M. Subakin di Kantor Misi Haji Indonesia, kawasan al-Mustaroh Madinah, Rabu (20/10). Menurut Subakin, Himbauan ini dikatakannya untuk melancarkan perjalanan jamaah haji.
>
"Saya sangat kepada para pempinan kloter dan pimpinan rombongan dapat mengarahkan jamaahnya agar sudah melaksanakan mandi sunnah dan memakai kain Ihrom sejak di pondokan. Sehing bisa langsung ke Birr Ali untuk mengambil Miqot," tutur Subakin.
Lebih lanjut Subakin menjelaskan, dirinya banyak mendapat teguran dari pihak muassasah terkait kesibukan jamaah haji Indonesia selama di Birr Ali untuk mengambil Miqot. Teguran ini dikarenakan terlalu lamanya waktu yang dihabiskan oleh jamaah haji Indonesia selama di Birr Ali.
"Hitung saja, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh kira-kira 450 jamaah persatu kloter, jika mereka semua harus mandi dan berganti pakaian Ihrom di Birr Ali. Akan lebih praktis jika mereka hanya mampir untuk sholat dan memulai niat dengan mengambil Miqot di sana, kemudian langsung melanjutkan perjalanan," tandas Subakin.
Sementara itu Wakadaker bidang bimbingan ibadah, Asnawi Muhammadiyah menyatakan bahwa urusan kesiapan jamaah sejak dari pondokan, bukan hanya urusan masaqqoh (kerepotan) semata. Kesiapan jamaah sejak dari pondokan adalah sunnah Rasulullah yang semestinya diikuti oleh para jamaah hingga saat ini.
"Dari dulu Rasulullah SAW beserta para sahabatnya, ya mengambil Miqot di Birr Ali, tapi sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak di Madinah. Bukan kok semuanya baru dipersiapkan sejak di Bir Ali itu," tandas Asnawi. (min/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua