Kang Said: Acara Dakwah di Televisi Jangan Hanya Lelucon
NU Online · Rabu, 3 Agustus 2011 | 14:28 WIB
Jakarta, NU Online
Ramadhan menjadi ajang hampir semua stasiun televisi di Indonesia untuk berlomba menyajikan acara beraroma dakwah. Di mata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, hal tersebut dianggap sangat baik, namun tetap harus diperhatikan materi dan cara penyajiannya.
"Dipandang dari kacamata syiar itu positif, apalagi sekarang bulan Ramadhan. Tapi sayang kualitasnya sangat rendah, dari tahun ke tahun hanya seperti itu," komentar Kang Said, demikian KH. Said Aqil Siroj biasa disapa, Rabu, 3 Agustus 2011 di PBNU. <>
Ada 2 hal yang menjadikan Kang Said menganggap kualitas acara dakwah di televisi saat ini sangat rendah, yaitu penguasaan materi yang minim oleh da'i pengisi acara dan penyajiaannya yang terkesan mengarah ke komedi.
"Yang ada sekarang ini khazanah ilmunya minim, acaranya juga terkesan lawak-lawakan (lelucon) saja. Ini yang menjadikan tindakannya (da'i) kurang menjadi panutan masyarakat," urai Kang Said.
Kang Said juga menegaskan, dalam hadist Rasulullah disebutkan, dakwah, siapapun yang melakukan harus menyampaikan kebaikan, serta penyajiannya harus secara baik pula. "Orang dakwah itu harus ahsanu khoula, ucapannya baik atau yang disampaikan baik dan wa'amila soliha, berbuat soleh pula," tuntasnya tegas.
Penulis: Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua