Kewajiban membayar zakat bagi seorang muslim tak mengenal kompromi. Seseorang yang menurut syariat Islam wajib berzakat, tak ada pengecualian atau keringanan sedikit pun untuk tidak membayar.
Demikian dikatakan Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makan Sunan Kudus, KH Em Nadjib Hasan pada khataman pengajian Pitulasan di Gedung Yayasan Menara Kudus, Jawa Tengah, Jumat (26/9) lalu.<>
Dia mencotohkan zakat mal atau zakat harta. Rugi maupun untung, jika harta sudah sampai satu nisab (akumulasi harta yang wajib dizakati), dikenai kewajiban zakat.
"Banyak orang yang mengkalkulasi antara untung dan rugi dalam berzakat. Jika rugi enggan berzakat. Ini merupakan sebuah pelanggaran syar'i," katanya kepada Kontributor NU Online, Zakki Amali.
Salah satu hikmah zakat, imbuhnya, adalah pemerataan ekonomi. Orang kaya membagikan hartanya kepada yang berhak. Dengan demikian, sedikit atau banyak kesenjangan sosial-ekonomi di masyarakat dapat terkurangi dengan zakat.
Menyingung tragedi zakat maut di Pasuruan, Jawa Timur, yang menewaskan 21 orang, ia menyayangkan sistem dalam pembagiannya. "Sebenarnya, cara pembagian zakat seperti itu, adalah utama. Namun sayang, sistem keamanannya tidak memadai," ujarnya.
Menurutnya, tragedi tersebut bukan alasan mendasar untuk tidak membagikan zakat secara pribadi atau langsung kepada yang berhak. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
3
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
4
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
6
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
Terkini
Lihat Semua